Rayakan Waisak, Nyalakan Lilin Panca Warna

0
917
Salah satu umat buddha mamanjatkan doa di hadqban patung Sidarta Budha Gautama, Vihara Dharma Harga, Dusun Sidorejo Wetan, Desa Yosomolyo, Kecamatan Gambiran.

GAMBlRAN-Umat Buddha sejagat merayakan hari raya Waisak kemarin (11/5). Di wilayah Kecamatan Gambiran dan sekitarnya, perayaan Tri Suci Waisak 2561 itu dipusatkan di Vihara Dhamma Harga, Dusun Sidorejo Wetan, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Para umat Buddha juga ada yang merayakan puja bhakti di Vihara Dhamma Mukti, Dusun Sidomukti, Desa Yosomulyo. Perayaan itu diawali dengan mengadakan pradaksina, yaitu berjalan mengitari vihara secara bersama sambil membaca parita.

Ketua panitia perayaan Waisak di Vihara Dhamma Haris, Desa Yosomolyo, Riono, mengatakan dalam perayaan Waisak ini dilakukan seperti biasa dengan diawali pradaksina yang dipimpin Romo  Boimin.

“Sebelum sembahyangan dimulai, kita melakukan pradaksina,” katanya. Usai melakukan pradaksina, terang dia, dilanjutkan dengan menyalakan lilin panca warna yang dilakukan secara bergantian oleh pemuka dan tokoh umat Buddha.

“Lilin panca warna itu terdiri dari biru, kuning, merah, putih dan jingga,” katanya. Menurut Riono, bagi umat buddha warna  dalam panca wana itu memiliki makna khusus. Wama biru memiliki arti bhakti atau pengabdian. Sedang warna kuning simbol dari kebijaksanaan. Untuk lilin warna merah, bermakna cinta kasih dan lilin warna putih memiliki makna kesucian.

“Lilin warna jingga melambangkan semangat bagi umat Buddha,” ungkapnya.  Untuk detik-detik Waisak, jelas dia, dilakukan oleh umat Buddha dengan melakukan meditasi di vihara pada pukul 04.00. Waktu itu menandai sempurnanya bulan purnama.

“Detik-detik Waisak itu untuk menandai purnama,” jelasnya.  Di samping kegiatan puja bhakti, Riono menyampaikan dalam tradisi umat Buddha itu melakukan silaturahmi berupa mengunjungi rumah saudara.

Kegiatan itu, akan ramai dilakukan umat pada hari kedua. Selain itu, juga ada tradisi lokal dengan makan bakso bersama. “Ini baksonya masih ada, monggo silahkan mampir,” ucapnya pada Jawa Pos Radar Genteng. (radar)

Loading...

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

"JUAL KAYU MERANTE-KAMPER-BORNEO-DLL.ASAL SUMATRA" "UKURAN KAYU BORNEO" 1).KAYU BORNEO RENG RENG: 3 x 4 x 400 cm = Rp. 2.000.000…
10/10/2018
JAKARTA

Kata kunci yang digunakan :