RS Bunda Dilarang Operasi

0
3588

rsbundaIzin Operasional Mati, Disegel Pol PP
BANYUWANGI – Entah berapa anak yang sudah lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda yang beralamat di Jalan Adi Sucipto Nomor 29, Banyuwangi, ini. Yang pasti, sejak berdiri tahun 1990an, RS milik dr. Subariono itu telah “melahirkan” ribuan anak yang kini sudah beranjak dewasa. Kemarin (28/1) perjalanan panjang rumah sakit bersalin itu berakhir di tangan Satpol PP Banyuwangi. Lantaran tidak memiliki izin, pemerintah langsung menghentikan operasional RSIA Bunda.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kemarin petugas Satpol PPlangsung memasang papan nama bertulisan”RSIA Bunda Di hentikan operasionalnya karena Tik Mmiliki Izin”. Papan nama tersebut dipasang persis di depan RSIA. Kasi Penindakan dan Penyidikan Satpol PP Banyuwangi Rifai mengatakan, penutupan itu dilakukan berdasar rekomendasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi. Kepala Dinkes Banyuwangi Widji Lestariono membenarkan pernyataan tersebut. Rumah dr. Subariono itu ditutup lantaran belum memiliki izin operasional.

Selama ini RS Bunda menggunakan izin operasional sementara yang telah kedaluarsa. Izin operasional sementara tersebut merupakan rekomendasi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur yang dikeluarkan pada Juni 2012 dan habis masa berlakunya pada Juni 2013 lalu. “Pernah memperpanjang izin pada tahun 2012 lalu, tapi karena ada beberapa persyaratan yang lantang lengkap, maka izin operasional ditunda dan keluarlah surat izin sementara dari Dinkes Provinsi Jatim yang berlaku hanya satu tahun,” beber Rio-panggilan Widji Jestariono.

Loading...

Saat itu hanya ada satu persyaratan yang belum dipenuhi RS Bunda, yakni belum dibawah naungan perseroan terbatas (PT). Ditambahkan Rio. selama melakukan pelayanan, dr. Subariono masih berlandas Surat Izin Praktik (SIP) pribadi. Tentu, hal itu tidak relevan dengan status rumah sakit yang disandang “Jika mengacu SIP pribadi, maka tidak ada rawat inap dan operasi,” tambahnya. Penutupan itu bersifat sementara.

Sebab, pemilik sedang memproses permohonan izin operasional. Permohonan izin operasional telah diajukan pihak RS Bunda sejak dua bulan lalu. Lambatnya proses perolehan izin itu, karena RS tidak memiliki tenaga ahli untuk mengurusi masalah perizinan. Selain melengkapi kekurangan berkas, selama proses permohonan izin Rs Bunda dituntut untuk melengkapi sejumlah persyaratan. Di antaranya melengkapi kekutangan tenaga medis. Hingga saat ini RS Bunda tidak memiliki dokter spesialis anak.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2