Saling Ejek di Medsos, Puluhan Siswa SMP Bentrok di RTH Singojuruh

0
410

SINGOJURUH – Sebanyak 20  pelajar SMP yang terlibat perkelahian di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Singojuruh, Jumat lalu (20/1)  akhirnya dipulangkan dari Mapolsek setempat. Puluhan pelajar dari SMPN 1 Singojuruh dan MTs Al-Mujahidin, Desa Padang dan cukup diberi pembinaan oleh aparat kepolisian.

Mereka di-wanti-wanti untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kepada orang tua dari puluhan pelajar tersebut, aparat kepolisian berpesan agar lebih waspada mengawasi anaknya.  Terutama dalam pergaulan sehari-hari agar tidak salah jalan.

Lantaran banyak anak yang di lingkungan keluarga dinilai baik ternyata  terlibat aksi kriminal karena terpengaruh teman dekatnya. Sebelumnya, sejumlah pelajar  yang diduga terlibat tawuran itu digiring ke Polsek Singojuruh. Selama berada di polsek, mereka itu  sempat diberi pembinaan.

“Ada laporan tawuran, anggota angsung bergerak,” terang Kapolsek Singojuruh, AKP Sumono. Diperoleh keterangan, tawuran antar pelajar itu terjadi pukul 11. 45 di RTH Singojuruh, yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari Polsek  Singojuruh. Warga yang melihat tawuran, juga langsung melaporkan ke polsek.

“Pelajar dan tawuran kita giring ke polsek,” katanya. Setiba di Mapolsek Singojuruh, para pelajar itu didata dan diberi pembinaan. Mereka diminta untuk membuka pakaian seragam sambil duduk di halaman polsek. Kawanan pelajar itu juga diberi sanksi push up di tengah terik matahari.

Menurut Kapolsek, tawuran itu  dipicu permusuhan antara Alfiyan, siswa kelas IX SMPN 1 Singojuruh  dengan Riko Andrean, salah satu siswa MTs Al Mujahidin Padang. “Mereka saling ejek di media sosial, kemudian saling tantang dan bertemu di RTH Singojuruh,” ujarnya.

Tawuran di RTH Singojuruh itu terjadi sepulang sekolah dengan melibatkan enam pelajar dari MTs Al Mujahidin Padang, dengan 12 pelajar dari SMPN 1 Singojuruh. “Yang dari SMPN 1 Singojuruh itu ada yang anak SMK dan protolan sekolah,” ungkapnya.

Untuk pembinaan selanjutnya,  jelas dia, pihaknya memanggil kepala sekolah dan guru dari kedua sekolah. Selain itu, para orang tua juga dipanggil agar mengetahui  ulah anaknya. “Guru dan orang tua kita panggil,” katanya. Di hadapan kepala sekolah dan orang tuanya, para siswa yang terlibat tawuran itu diminta membuat surat pernyataan lengkap  dengan materai. Dalam surat itu,  mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Malam itu juga para pelajar langsung kita  pulangkan,” tandas Kapolsek  Singojuruh, AKP Sumono.  Bentrok pelajar yang dipicu pertengkaran di media sosial itu, diduga karena pelajar tersebut berebut cewek, dan akhirnya saling ejek. Karena tersulut emosi itulah, para pelajar melibatkan teman-temannya untuk tawuran di RTH Singojuruh. (radar)

Loading...


Kata kunci yang digunakan :