Sapi Bali Laris Manis jelang Kurban

  • Bagikan

BANGOREJO – Mendekati Hari Raya Idul Adha, sapi asal Bali merajai pasaran. Warga yang ingin memotong ternak kurban lebih memilih sapi dari Pulau De wata  itu karena harganya di anggap relatif lebih murah.

Dengan harga yang lebih ber sahabat itu, para pedagang sapi bali juga lebih agresif dengan ber gerilya di masyarakat. Akibatnya, pedagang sapi lokal anjlok. “Harga sapi bali memang lebih murah,” cetus Fauzan, salah  satu peda gang sapi asal Desa/Kecamatan Singojuruh.

Pedagang sapi lain, Anto, 40, asal Desa Jajag, Kecamatan Gam biran, menyebut warga banyak yang memilih sapi bali karena har ganya dianggap cukup terjangkau, yakni mulai Rp 14 juta. “Seharga Rp 14  juta sudah dapat sapi besar,” katanya.

Sapi asal Bali yang membanjiri pasaran di Kabupaten Banyuwangi membuat pedagang sapi lokal risau. Sebab, banyak sapi miliknya tidak  terbeli. “Idul Adha sudah dekat,  penjualan masih sepi,” sebut Budiyono, 39, peda gang sapi asal  Kecamatan Tegaldlimo.

Biasanya, terang dia, dua pekan menjelang Idul Adha penjualan sapi  sudah ramai. Sepinya permintaan sapi untuk korban itu karena banyak sapi  dari luar daerah yang masuk. “Warga  banyak yang menyiapkan sapi untuk  kurban, tapi ini malah diserbu sapi  bali,” ungkapnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: