Satu Jamaah Tak Bisa Berangkat ke Mekkah

  • Bagikan

Diangkut Bus, Tempuh Perjalanan Darat 450 Km

MADINAH – Seluruh Jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi yang tergabung dalam kloter 8, 9, dan 10, kemarin mulai meninggalkan Madinah menuju Makkah menggunakan bus. Sayang, ada satu JCH yang tidak bisa pergi ke Makkah lamaran kondisinya masih drop dan harus menjalani perawatan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Madinah.

Dr. Nizam Fahmi, salah satu petugas haji Banyuwangi, mengatakan satu JCH yang tidak bisa berangkat ke Makkah adalah Hanifah, 66, warga Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi. Sebelumnya, Hanifah memang menjalani perawatan di Rumah Sakit King Fahd dan kondisinya berangsur membaik, sehingga cukup dirawat di BPHI.

“Meski sudah membaik, tapi kondisinya tidak memungkinkan berangkat ke Makkah saat ini. Ibu Hanifah mengalami hipotensi dan shock septian” kata Nizam. Sementara itu, seluruh JCH Banyuwangi kemarin yang tergabung salam kloter 8, 9, dan 10, berangkat mengggunakan bus menuju Makkah.

Rombongan berangkat secara bergantian setelah salat Duhur sampai salat magrib atau dimulai sejak pukul 16.00 WIB kemarin. “Kloter 8 berangkat setelah Duhur menggunakan 10 bus. Kloter 9 setelah salat Asar dengan 10 bus.

Kloter 10 setelah salat Magrib,” terang petugas haji lain, Juhdy.  Sekadar tahu, seluruh JCH Banyuwangi meninggalkan Madinah menuju Makkah mengunakan bus. Mereka harus menempuh perjalanan darat kurang-lebih 450 Km.

JCH Banyuwangi menuju Makkah untuk menjalankan ibadah haji inti. “Diperkirakan lima jam perjalanan menggunakan bus kami sudah sampai di Makkah,” pungkas Juhdy. (radar)

Baca :
Lupa Matikan Kompor, Deretan Warung di Kalibaru Manis Dilalap Api
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: