JCH Banyuwangi Bergerak Menuju Makkah

  • Bagikan

JCH-Kloter-9-dan-10-bersiap-menuju-Makkah-setelah-menunaikan-ibadah-salat-ashar,-kemarin.

MADINAH – Sebagian Jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi meninggalkan kota Madinah, kemarin. Minggu (21/8) pukul 16.00 waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 20.00 WIB, jamaah yang tergabumg dalam kloter 9 dan 10 bergerak menuju kota Makkah.

Mereka diangkut menggunakan sepuluh bus Salawat dengan jarak tempuh dari Madinah ke Makkh sekitar   450 KM. Herman Suyitno, salah satu tim peliput untuk Jawa Pos Radar Banyuwangi melaporkan, sebelum salat dhuhur seluruh jamaah mulai mempersiapkan diri.

Seluruh JCH kloter 9 dan 10 diwajibkan sudah menggunakan pakaian ihram. “Semua JCH sudah harus mengenakan pakaian ihram. Biar tidak terbur-buru. Ibadah lanjutan di Makkah harus mengunakan baju Ihram,” tegas Wakil Komisioner Baznas Banyuwangi itu.

Dia menambahkan, sebelum berangkat ke Masjid Nabawi untuk menunaikan salat dhuhur, seluruh tas maupun koper jamaah sudah harus berada di lobi. Pemeriksaan koper dilaksanakan oleh petugas. “Ada yang sudah sejak pagi koper disiapkan. Kita berangkat menggunakan bus setelah salat ashar di Masjid Nabawi,” kata Herman.

Handoyo Saputra tim peliput lainnya menambahkan, untuk packing koper bisa dibilang cukup lancar. Sebab, seluruh jamaah jauh hari sudah melakukan persiapan. Tas dan koper sudah tertata rapi di sekitar lobi makrab di Madinah.

“Alhamdulillah semua sudah siap. Kalau bus sudah mau berangkat tinggal diangkut saja. Rombongan diangkut kurang lebih 10 bus salawat. Jarak tempuh perjalanan sekitar 450 km atau 6 jam perjalanan darat,” kata Handoyo.

Sekadar tahu, ibadah haji di kota Makkah merupakan ibadah inti. Herman Suyitno menjelaskan, be berapa kegiatan di Makkah meliputi tawaf dimasjid Al Haram sebelum tanggal 8 Zulhijah. Pada pagi pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan) kemudian berniat haji dan membaca bacaan Talbiyah.

Baca :
Penemuan Mayat Tertutup Dedaunan Kering, Ditemukan oleh Pekerja di Perkebunan Kalirejo Glenmore

Jamaah kemudian berangkat menuju Mina. Malam harinya semua jamaah harus bermalam di Mina. Pada tanggal 9 Zulhijah, pagi harinya semua jamaah pergi ke Arafah untuk melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas hingga Maghrib datang.

Ketika malam datang, jamaah segera menuju Muzdalifah dan bermalam di sana Tanggal 10 Zulhijah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai  mengusir setan.

“Ini biasa disebut dcngan prosesi lempar jumrah,” jelas Herman. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa menunaikan Tawar Haji (menyelesaikan haji) atau bermalam di Mina dan melaksanakan lempar Jumrah lanjutan.

Pada tanggal 11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga. Tanggal 12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga “Ibadah di Makkah bisa dikatakan ibadah inti. Doakan kami selamat dalam perjalanan menuju Makkah,” pungkasnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: