Kena Serangan Jantung, Warga Patoman Kritis

  • Bagikan

MAKKAH- Setelah diselimuti duka dengan kabar meninggalnya satu jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi beberapa hari lalu, kali ini ada kabar kurang baik lagi dari JCH Banyuwangi di Makkah. Satu jamaah asal Banyuwangi ada yang terkena serangan jantung.

Kondisinya kritis dan saat ini sedang dirawat intensif tim medis. Satu JCH Bannyuwangi kritis tersebut bernama Dewi Maryam Mahfud, 65, warga Desa Patoman, Kecamatan Rogojampi. Saat ini JCH Banyuwangi tersebut sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Riyadh, Makkah.

Sebelumnya, Dewi Maryam sempat dikabarkan sudah meninggal dunia. Kabar tersebut menghebohkan JCH Banyuwangi lain disana.  dr M Nizam Fahmi, petugas haji asal Banyuwangi mengatakan, awalnya kabar meninggalnya satu jamaah haji bernama Dewi Maryam tersebut santer terdengar.

Namun, dia memastikan bahwa JCH asal Desa Patoman tersebut saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi kritis “Yang bersangkutan kena serangan jantung. Memang sempat dikabarkan sudah wafat, tapi alhamdulillah sampai saat ini (kemarin) Ibu Dewi masih menjalani perawatan.

Kondisi terakhir kritis,” kata dr. Nizam.  Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Banyuwangi, Dewi Maryam Mahfud adalah JCH Banyuwangi yang ber  kat bersama kloter 9. Serangan jantung mendadak menyerang Dewi Maryam saat dia menunaikan salat di Masjidilharam, Makkah, kemarin.

Setelah terkena serangan jantung. dia langsung pingsan.  Sebelum dibawa ke rumah sakit. Dewi Maryam terlebih dahulu dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Makkah. Lantaran kondisinya terus memburuk dan lemah akhi nya Dewi Maryam dirujuk ke rumah sakit Riyadh, Makkah untuk menjalani perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, satu jenazah jamaah haji atas nama Kasimidi Marjan, 63, warga RT01/KW1, Dusun Krajan, Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, yang meninggal di Madinah beberapa hari lalu, langsung dikebumikan di sana.

Baca :
Lupa Matikan Kompor, Deretan Warung di Kalibaru Manis Dilalap Api

Atas pertimbangan keluarga yang bersangkutan, jenazah Kasimidi Marjan dimakamkan di Madinah. ”Infomasi yang kami peroleh, JCH yang meninggal tersebut dikebumikan di Madinah atas saran keluarga.” terang petugas haji lainnya, Juhdy.

Lebih lanjut, kegiatan JCH Banyuwangi kemarin masih tawaf umrah di Masjidilharam. Kemarin adalah giliran tawaf umrah bagi JCH Banyuwangi perempuan yang hari sebelumnya belum melaksanakan tawaf umrah.

Sebab, tawaf umrah ini ibadah wajib yang harus dilakukan jamaah haji jika sudah tiba di Makkah, Arab Saudi. ”JCH perempuan yang hari sebelumnya tidak bisa tawaf karena haid dan sekarang sudah tidak haid, mereka menunaikan tawaf umrah,” tambah Juhdy.

Sementara itu, cuaca di Makkah kemarin, menurut Juhdy, masih tergolong panas bagi jamaah haji Indonesia. Data terakhir, suhu udara di Makkah mencapai 46° Celcius. Selain itu, banyaknya JCH Banyuwangi yang sudah tiba di Makkah membuat para petugas harus ekstra waspada mengantar dan mengawasi mereka.

“Pengawasan yang dilakukan petugas lebih ekstra. Kita takut JCH Banyuwangi yang sudah tua- tua ini nanti tersesat saat melakukan ibadah,” pungkas Juhdy. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: