12 Calon Haji Pindah Kloter

  • Bagikan

Manfaatkan Waktu Luang Belanja Batu Akik

MADINAH – Jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi masih menjelajah wilayah Madinah selagi ada kesempatan. Setelah mengunjungi Masjid Qibla-Tain-yang terletak di atas sebuah bukit kecil utara Harrah Warbrah, Madinah-kemarin giliran mereka melakukan ziarah ke gunung magnet dan berkunjung ke salah satu percetaksn Alquran dengan rombongan IV atau non-kelompok bimbingan ibadah haji (KBHl).

Lagi-lagi, cuaca yang tidak bersahabat menganggu perjalanan JCH. Salah satu petugas haji asal Banyuwangi, Juhdy, melaporkan panas yang mendera kota Madinah masih sama seperti kemarin, yakni 47 derajat celcius.

Akibatnya, banyak jamaaah yang kelelahan. “Banyak yang kelelahan. Panas hari itu mencapai 47 derajat celcius,” ungkapnya saat ditanya melalui telepon seluler. Meski demikian, bukannya pulang ke maktab, jamaah tetap bersemangat mengunjungi destinasi religi tersebut.

Tidak  ada yang perlu dikhawatirkan. Sebab, jamaah dengan tertib melindungi diri dari sengatan panas dengan pelindung kepala dan masker. Tenaga medis pendamping jamaah Banyuwangi, dr. M. Ni- zam Fahmi, mengatakan, secara umum kondisi kesehatan jamaah cukup baik.

Kemarin memang ada salah satu jamaah dirawat secara intensif di Rumah Sakit King Fahd. Namun, sudah dipulangkan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHl) di Madinah karena keadaannya berangsur membaik. “Alhamdulillah, keadaannya berangsur sehat, tadi dikembalikan ke BPHI,” katanya.

Sementara itu, saat ditanya tentang kegiatannya hari itu sekitar pukul 19.30 WIB atau sekitar pukul 15.00 waktu Madinah, Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) jamaah Banyuwangi, Mukhlis, sedang melakukan pemeriksaan jamaah  Banyuwangi yang tanazul atau berpindah ke kloter lain.

Ada 12 jamaah yang melakukan tanazul. Mereka adalah Sukarmi Samadi, Klompok, Halimah, Ny. Titis Sutikno, Ny. Samu, Ny. Marwiyah Rosidin, Rosidin, Atik Diah Alfiahti, Khoirudin, Kasmidi, dr. Totok Hermanto, dan dr. Evi Puji.

Baca :
Penemuan Mayat Tertutup Dedaunan Kering, Ditemukan oleh Pekerja di Perkebunan Kalirejo Glenmore

Mukhlis mengatakan, perpindahan jamaah ke kloter lain tersebut disebabkan beberapa hal. Biasanya karena VISA belum jadi atau karena sakit. Dalam kasus ini, jamaah yang tanazul merupakan jamaah Banyuwangi yang terlambat berangkat dari embarkasi Surabaya 26 Agustus lalu.

“Mereka baru tiba hari ini di Madinah. Mereka berangkat tidak sesuai jadwal kloter,” tandas Mukhlis. Sementara itu, selama berada di Madinah, jamaah banyak yang memanfaatkan waktu luang untuk belanja oleh-oleh.

Tak sedikit jamaah yang memborong tasbih kayu zaitun sampai tiga paket masing-masing berisi 12 buah dengan harga 35 real, artinya harga tasbih itu hanya sekitar Rp 3.000 per buah. Kerajinan emas-emasan yang berasal dari China dan India juga dijual cukup murah.

Harganya berkisar antara satu real  sampai 10 real untuk gelang  dari China dan lima sampai 40 real untuk gelang dari India. Ada  juga yang belanja cincin perak bertakhta batu alam seharga 6 real. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: