Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Sembako Stabil, Telur Melorot

SRONO – Datangnya Hari Raya Nyepi rupanya belum banyak mempengaruhi stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Beberapa komoditas seperti beras, minyak goreng, dan gula, menunjukkan grafik yang cenderung stabil. Fluktuasi harga justru ditunjukkan komoditas telur yang mengalami penurunan harga jelang perayaan Nyepi. Gunadi, salah satu pedagang telur menuturkan, harga telur mengalami tren penurunan sejak dua hari belakangan.

Penurunan bisa jadi disebabkan belum tingginya permintaan telur oleh masyarakat. “Mungkin permintaannya sedikit, jadi harganya turun,” tutur pria yang berdagang telur di Rogojampi itu Selain faktor permintaan, Gunadi juga memprediksi, penurunan harga itu disebabkan over stok. Sebab, banyak telur dari luar daerah yang menyerbu Banyuwangi. Salah satu daerah yang meramaikan pasar telur Banyuwangi adalah Bali. 

Libur Hari Raya Nyepi diduga membuat pedagang Bali melirik pasar luar Bali. Salah satu kota bidikan itu tentu saja Banyuwangi, karena terbilang dekat. “Selain Blitar, telur dari Bali juga beredar di Banyuwangi,” ujarnya. Harga telur yang sempat berada di level Rp 16.000 per kg pun tergerus. Dua hari belakangan, harga telur melorot hingga mendekati Rp 13.000 per kg. Bila kondisi itu dibiarkan, telur lokal diprediksi akan terpuruk. (radar)