Serangga Kumitir Tembus Eropa

0
122

Serangga-Kumitir-Tembus-Eropa

KALIBARU – Serangga yang selama ini banyak dihindari warga, terutama petani, ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Terlebih jika jenis serangga tersebut langka dan layak dijadikan barang hiasan. Yang menggiurkan, harga jual belalang bisa mencapai  puluhan juta rupiah.

Peluang itu ditangkap pasangan suami-istri George Oktavianus dan Lulus Ugi Utami, 30, warga RT 06/ RW 1, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru. Ribuan ekor serangga berbagai jenis, seperti kupu-kupu, belalang, kumbang, dan jenis lain, dia kembangkan  untuk dijadikan komoditas ekspor.

Menurut Ugi  Utami, semua jenis serangga yang mereka kembangkan, baik yang hidup maupun yang mati, sebagai suvenir tersebut untuk memenuhi pasar luar negeri. Selain Asia, permintaan belalang  sudah mulai menembus pasar Eropa.

“Saat ini pasar utama di Jepang, Taiwan, Korea, dan sudah merambah pasar Eropa, terutama Prancis,” ungkapnya. Jika sedang musim serangga, sekitar bulan Februari, Juli, hingga September, kegiatan ekspor yang mereka lakukan bisa  mencapai empat kali dalam sebulan.

“Kalau musim ramai, kita seminggu sekali ekspor,” imbuh Ugi. Dia mengungkapkan, serangga yang mereka ekspor tersebut merupakan serangga yang dikumpulkan dari seluruh daerah di Indonesia. Namun, dari berbagai  jenis tersebut, saat ini yang menjadi andalan dan paling diminati di Jepang justru serangga yang banyak terdapat di Banyuwangi yang disebut wawung atau kumbang badak raksasa atau dalam bahasa latin disebut Chalcosoma caucasus.

Loading...

“Ini yang paling diminati di Jepang,” ucapnya. Selain itu, salah satu jenis serangga yang banyak terdapat di sekitar hutan Kumitir berbentuk belalang tongkat juga menjadi andalan ekspor. Belalang dengan nama latin Eurynema versirubra itu berukuran cukup besar. Belalang  itu biasa disebut belalang stik atau belalang ranting. Warna  hijau belalang stik lebih terang dibanding belalang.

“Belalang ini juga ada di sini. Kalau yang lebih besar lagi dari Sulawesi,” ucapnya.  Meski pasar ini terbilang khusus, pihaknya masih membuka pintu lebar bila masyarakat ada yang memiliki jenis serangga. Selama serangga itu unik pihaknya berharap warga mau membawa  ke tempatnya.

“Bawa saja ke sini,  nanti kita lihat,” ucapnya. Meski melakukan perburuan, tapi kesinambungan serangga di alam tetap terjaga karena pihaknya hanya mengambil serangga dengan ukuran tertentu.  “Serangga tidak akan habis. Kita ambil yang besar saja,” tegasnya.

Bupati-Anas-didampingi-Camat-Kalibaru,-Edy-Supriyono,-melihat-belalang-jenis-stik-di-tempat-penangkaran-milik-George-Oktavianus-di-Desa-Kalibaru-Wetan-kemarin.

Keberadaan usaha itu mendapat perhatian Bupati Banyuwangi. Dalam kunjungan kerja dan buka  bersama kemarin, Bupati  Abdullah Azwar Anas menyempatkan diri mampir melihat secara langsung. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :