Simbol Taman Kurang Mencerminkan Kearifan Lokal

0
529

BANYUWANGI – Sejak satu setengah bulan lalu, taman yang berdiri di pertigaan SMAN 1 Giri ini dirombak. Perombakan dilakukan selain untuk mempercantik taman, juga untuk mengurangi risiko kecelakaan  yang terjadi di sekitar taman tersebut.

Saat ini, perombakan taman sudah mencapai 95 persen. Sayang, simbol taman tersebut kurang mencerminkan kearifan lokal. Bukan simbol budaya yang dipasang, tapi menampilkan dua orang yang sedang bersepeda. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi, Arif Setiawan mengatakan, sampai saat ini perombakan taman tersebut memang masih belum selesai 100  persen.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan lagi untuk memper cantik taman tersebut antara lain pengecatan dan penambahan rumput-rumput yang ada di taman itu. ”Kurang lima persen lagi selesai pengerjaan taman ini, ” kata Arif. Dia menambahkan, dana anggaran yang digunakan untuk merombak taman ini ada sekitar Rp  150 juta.

Taman ini sempat dirombak beberapa kali saat pengerjaannya karena alasan tertentu. Perombakan dilakukan ada saran dari berbagai instansi-instansi terkait pembangunan taman. Secara khusus Kasatlantas Banyuwangi memberikan masukan kalau taman yang ada di selah utara untuk dirombak.

”Itu dulunya berbentuk kotak, sekarang sudah elips. Katanya agar tidak terlalu menutupi pengendara yang dari utara, makanya kita rombak,” tambah Arif. Mengenai penggunaan simbol orang yang sedang mancal sepeda pada taman itu diharapkan bisa menjadi pertanda kalau di lingkungan tersebut adalah lingkungan pendidikan dan olahraga.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Kondisi Makin Membaik, Satu Pasien Corona di Banyuwangi Di-Swab Ulang Hari Ini