Sita Ribuan Keping VCD Bajakan

0
388

BANYUWANGI – Aparat Polres Banyuwangi menyita ribuan keping video compac disk (VCD) yang diduga bajakan. VCD ilegal tersebut disita dari kios di sekitar Taman Blamba-ngan kemarin malam. Penjual dan distributornya langsung digelandang ke Mapolres Banyuwangi. Mereka adalah Misdani, 25, dan Edi Purnomo, 46.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Misdani yang tinggal di Jalan Ikan Sepat, Kelurahan Karangrejo, itu tiap malam memang berjualan VCD di sekitar Taman Blambangan. Edi Purnomo, warga Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, bertindak sebagai penyuplai VCD bajakan itu. Kedua tersangka ditangkap polisi saat melakukan transaksi VCD bajakan di sekitar Taman Blambangan. “Keduanya kita tangkap saat transaksi VCD bajakan.

Ada ribuan ke-ping VCD yang kami sita,” ujar Kasatreskrim AKP Dewa Putu Eka Dharmawan. Menurut Kasatresrkim, pe-nangkapan kedua tersangka dilakukan karena ditemukan pe-redaran VCD bajakan di wilayah Kota Banyuwangi. Hasil penyelidikan, ternyata salah satu pengedar bernama Misdani, biasa berjualan di sekitar Taman Blambangan. “Saat Edi menyuplai VCD bajakan, langsung kita gerebek,” tandasnya.

Dalam penggerebekan itu, aparat kepolisian berhasil menyita 2.130 keping VCD baja-kan, 267 cukai yang diduga palsu, dan uang tunai Rp 2.959.000. Semua barang itu disita dari tangan Edi Purno-mo. Dari Misdani, disita 82 keping VCD bajakan dan uang tunai Rp 100.000. “Isi VCD bajakan itu bervariasi, mulai lagu hingga film,” ungkap ka-satreskrim.

Dalam keterangannya kepa-da polisi, Misdani dan Edi Purnomo mengakui bahwa selama ini berjualan VCD ba-jakan. “Saya mulai jualan VCD bajakan ini sejak Taman Blam-bangan akan dibangun bebe-rapa bulan lalu,” terang Misdani di hadapan penyidik polres. Misdani mengaku, keuntu-ngan yang diperoleh dalam menjual VCD bajakan cukup lumayan. Setiap satu keping VCD yang dibeli seharga Rp 5.000, dijual kepada pelanggan dengan harga Rp 6.000 hingga Rp 10 ribu. “Keuntungannya lumayan,” akunya.

Sementara itu, Edi Purnomo yang diduga sebagai penyuplai VCD bajakan mengaku mem-beli barang palsu tersebut dari kawasan WTC Surabaya. Tiap satu keping VCD bajakan dibe-li seharga Rp 4.000. “Pelanggan banyak. Siapa yang pesan lang-sung saya layani,” cetus pria yang mengaku mengecer VCD bajakan di sekitar Pasar Srono itu. (radar)