Tamu Sulit Bertemu kalau Bukan Keluarga

0
299
Loading...

Apalagi, jika bertamu pada malam hari, tentu sangat sulit sekali. Kalau tidak rusan bisnis, pasti sulit ditemui. Sebab, pagi hingga sore pintu gerbang rumah distributor krupuk tersebut selalu buka. Praktis, di malam hari pintu gerbang rumah di sisi selatan jalan poros provinsi tersebut selalu tutup. Tentu saja, warga sekitar tidak tahu tindak-tanduk mereka di dalam rumah.

Hingga kemarin, masih banyak warga yang memperbincangkan Yeni. Di mata para tetangga, bisnis kerupuk yang digeluti Yeni terbilang sukses. Sebab, kerupuk dari Surabaya tersebut selalu dipasok dalam jumlah besar. Pelanggan kerupuknya juga banyak, bahkan kerupuk tersebut sudah merambah Pulau Dewata. Maka dari itu, jangan heran jika di sekitar lokasi kejadian terdapat puluhan bungkus kerupuk.

Di mata warga, Yeni dikenal sebagai sosok yang ulet dalam berbisnis. Selain itu,
wanita itu juga rajin ibadah ke gereja. Di dalam rumahnya banyak salib. Foto dalam perayaan hari besar agama juga banyak terpampang di dinding. Ketua RT 01/RW 04 Dusun Pandan, Setyono mengungkapkan, bertamu ke rumah Yeni memang tidak mudah. Tamu harus lebih dulu mengetuk pagar.

‘’Saya saja sangat sulit bertamu. Pokoknya Bu Yeni cukup ketat dalam menerima tamu yang datang,” ungkap Setyono. Sementara itu, setelah menjalani otopsi, jenazah dua korban pembunuhan itu langsung dimakamkan di tempat pemakaman Dusun Curah Tangi, Desa Setail, Kecamatan Genteng. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2