Banyuwangi, Jurnalnews.com – Setelah sebelumnya menimpa Kepala Desa Bajulmati dan Watukebo, gelombang penyebaran video hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali terjadi di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Kali ini, video bernuansa fitnah tersebut menyasar Kepala Desa Sidowangi, Muansin, dan sontak memicu kehebohan di tengah masyarakat setempat.
Video berdurasi sekitar 8 detik yang diduga kuat merupakan hasil manipulasi AI itu diunggah oleh akun TikTok bernama Gerakan Rakyat. Dalam waktu kurang dari tiga jam, video tersebut telah dibagikan sebanyak 74 kali, memperoleh lebih dari 148 tanda suka, serta memancing sedikitnya 12 komentar dari warganet yang terbelah antara pro dan kontra.
Isi video menampilkan seorang perempuan bersama beberapa orang lain yang seolah-olah berada di depan kantor desa. Mereka terdengar meneriakkan pernyataan bernada keras yang menyudutkan Kepala Desa Sidowangi, dengan tudingan bahwa mobil operasional desa digunakan tidak semestinya, bahkan disebut-sebut disewakan.
Menanggapi beredarnya video tersebut, Kepala Desa Sidowangi, Muansin, dengan tegas membantah seluruh tuduhan yang disampaikan dalam konten tersebut. Ia menegaskan bahwa video itu merupakan fitnah yang mencemarkan nama baik dirinya sekaligus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Isi konten dalam video itu jelas fitnah. Mobil operasional desa tidak pernah disewakan. Kendaraan itu digunakan murni untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga yang sedang sakit atau membutuhkan layanan berobat,” tegas Muansin saat ditemui di kediamannya, Kamis (22/1/2026).
Muansin menjelaskan, desa memang tidak memiliki sopir khusus. Oleh karena itu, setiap warga yang meminjam mobil operasional desa diwajibkan membawa sopir sendiri, sementara biaya bahan bakar juga menjadi tanggung jawab peminjam.
“Beberapa hari terakhir saja, ada tiga warga yang secara bergantian menggunakan mobil tersebut untuk ke rumah sakit. Semua sesuai prosedur dan untuk kepentingan kemanusiaan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Muansin menyatakan tidak akan tinggal diam atas penyebaran konten bermuatan fitnah tersebut. Ia berencana berkoordinasi dengan kepala desa lain di Kecamatan Wongsorejo yang juga menjadi korban pencemaran nama baik, untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
Ia pun menyayangkan penyalahgunaan teknologi canggih seperti AI yang seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal positif, bukan justru digunakan untuk menjatuhkan dan memecah belah masyarakat.
(Venus Hadi)



