Tetap Nekat, Pemudik dari Banyuwangi Hendak ke Bali Diminta Putar Balik

  • Bagikan
Foto: Detikcom

BANYUWANGI – Penyekatan dan pengalihan arus lalu lintas menuju Bali dilakukan oleh polisi di Banyuwangi. Pemudik yang akan ke Bali diwajibkan putar balik dan dilarang menyeberang ke Pulau Dewata.

Dilansir dari Detikcom, sebanyak 15 kendaraan roda empat dan 157 kendaraan roda dua yang mau masuk Bali dihentikan dan diminta balik arah di Pelabuhan ASDP Ketapang dan Posko perbatasan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

“Kami perintahkan Satuan Lalulintas, Sabhara dan Polsek setempat yang juga masuk sebagai pengamanan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banyuwangi untuk melakukan penghadangan pemudik yang mau ke Bali,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Senin (27/4/2020).

Pengetatan arus kendaraan pemudik ini sebagai antisipasi penularan virus Corona. Pemudik yang berangkat ke Bali tidak diperkenankan masuk ke Banyuwangi.

“Mereka kita beri pengertian agar tidak melakukan mudik. Sesuai dengan kesepakatan antara Polda Jatim dan Polda Bali,” imbuhnya.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol Kadek Ary Mahardhika menambahkan pengetatan dilakukan sesuai dengan larangan mudik per tanggal 24 April lalu, oleh Presiden Joko Widodo.

Pihaknya mengimbau dengan persuasif para pemudik untuk tak menyeberang ke Bali.

“Kita lakukan secara persuasif. Kita tanya terlebih dahulu tujuan menyeberang ke Bali. Jika tak urgent kita suruh balik. Masyarakat kita minta sayangi keluarga di kampung agar tak tertular Corona. Jika tidak jelas tujuan ke Bali hendaknya langsung balik arah,” katanya.

Aparat kepolisian bakal melakukan pengetatan lebih intensif menjelang Lebaran 2020. Saat ini, selain dilakukan sosialisasi, pelarangan mudik ke Bali juga dilakukan.

“Sekaligus sosialisasi kepada yang lain. Kami minta masyarakat mematuhi peraturan yang berlaku saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, terlihat dengan instruksi balik arah bagi pemudik ke Bali, beberapa pemudik sempat kecewa. Sebab selama ini tidak ada sosialisasi yang baik dari daerah tempat mereka merantau.

“Tidak ada sosialisasi. Kami dari Pasuruan terpaksa ini balik kanan. Mau ke Denpasar ke rumah orangtua,” ujar Made, salah satu pemudik.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: