Tiga Tahun, Tak Pernah Diambil, Saldo Dana PKH Menghilang

  • Bagikan
MENGADU: Dewi Ernawati (kanan) menunjukkan saldo rekening program PKH miliknya di kantor Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, kemarin (2/6). Foto : radarbanyuwangi.jawapos.com

Terungkapnya kasus hilangnya saldo rekening milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, sepertinya semakin melebar.

Yang terbaru, ada pengaduan anggota KPH yang mengaku tidak menerima haknya selama tiga tahun. Tapi, untuk bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa kebutuhan pokok, masih rutin menerima.

“Ada dua pengaduan baru,” terang pendamping PKH Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Mely Antina.

Menurut Mely, ada laporan dua anggota KPM dengan kasus yang berbeda. Laporan pertama, terang dia, dari anggota KPM Dewi Ernawati. “Ibu Dewi Ernawati mengaku tidak mendapatkan secara penuh haknya selama tiga tahun sebagai KPM, kalau bantuan BPNT lancar,” terangnya.

Dalam laporannya, terang dia, Dewi yang baru mendapatkan program KPM berangkat ke luar negeri dan ATM KPM diserahkan pada suami. Selanjutnya, ATM itu oleh suaminya dititipkan ke anggota KPM lainnya.

“Kami meminta bantuan pemerintah desa untuk mempertemukan orang-orang ini,” katanya.

Menurut Mely, besar dana yang harusnya diterima oleh anggota KPM dalam program PKH itu sebesar Rp 350 ribu per tiga bulan.

Tapi saat ini, uang dalam ATM itu telah habis. “Pencairan selalu ada, tapi uangnya sekarang di ATM tidak ada,” ujarnya.

Untuk laporan kedua, terang dia, anggota KPM Sukarti. Dalam laporannya, dana di rekeningnya KPM juga menyusut sebesar Rp 600 ribu. “Uang Rp 600 ribu itu hilang pada Maret 2021 lalu,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Pada wartawan Jawa Pos Radar Genteng, Dewi Ernawati mengaku baru mengetahui uang di rekeningnya habis setelah ada kerabatnya menanyakan pembayaran biaya sekolah dari uang PKH.

“Kerabat bilang dapat bantuan pembayaran sekolah masih nunggak,” ujarnya seraya menjelaskan pembayaran sekolah yang nunggak itu untuk anaknya yang saat ini masih di TK.

Baca :
Pasien RSUD Blambangan Jatuh dari Lantai Dua Bangunan Proyek, Luka Serius Lalu Tewas

Dari sindiran kerabatnya itu, Dewi mencari informasi dan menyampaikan kepada ketua kelompok KPM dan pendamping PKH Desa Yosomulyo.

“Dari ketua kelompok dan pendamping PKH disampaikan ada bantuan untuk anak sekolah,” jelasnya.

Sekretaris Desa Yosomulyo, Asrofi membenarkan ada baru tersebut. Saat ini, pemerintah desa tengah berupaya mencari kebenaran laporan itu. “Kami masih menelusuri, pihak-pihak terkait kami tembusi,” jelasnya.

Asrofi berharap penyelesaian ini bisa dilakukan secara kekeluargaan. Untuk kasus ini, tidak menutup kemungkinan ada oknum baru yang bertanggungjawab atas hilangnya saldo rekening itu.

“Yang tidak tercover (pembayaran Titin), kita sertakan surat pernyataan bahwa dia kehilangan,” jelasnya.

Sampai sejauh ini, Asrofi mengaku belum ada wacana untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Prinsipnya, saat ini bagaimana saldo itu diketahui dan bisa dikembalikan kepada yang berhak.

“Untuk ke ranah hukum, akan kita koordinasi dulu dengan kades (kepala desa),” cetusnya.(sli/abi) (bw/sli/als/JPR)

Sumber : https://radarbanyuwangi.jawapos.com/read/2021/06/05/265634/tiga-tahun-tak-pernah-diambil-saldo-dana-pkh-menghilang

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: