TKI Asal Sukamade Meninggal di Hongkong

  • Bagikan
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Angka Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Banyuwangi yang meninggal di negara tempatnya bekerja, tampaknya cukup tinggi. Dalam 2 pekan terakhir, ada 3 tenaga kerja yang pulang sudah meninggal.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, yang terbaru Tumining Tyas (45) asal Dusun Sukamade, Desa sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Tumining Tyas meninggal pada Rabu 10 Juni 2020 di salah satu rumah sakit di Hongkong. Jenazahnya tiba di rumahnya kemarin (1/7/2020) sekitar pukul 10.00 dengan dibawa mobil UPT BP2MI Serang.

Pemulangan jenazah pahlawan devisa itu, kerjasama UPT BP2MI Serang dengan serikat buruh migran Indonesia (SBMI) Banyuwangi.

“Korban meninggal di RS Princess Margaret, Hongkong,” ujar tim advokasi SBMI Banyuwangi, Muhammad Koim.

Sebelum Tumining Tyas, dalam 2 pekan terakhir ini ada 2 TKI asal Banyuwangi yang meninggal di negara tempatnya bekerja.

Keduanya Eka Sunarti (37) warga Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, dan jenazahnya tiba pada Senin (29/6/2020), serta Eti Niri (49) warga Dusun Samberurip, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, yang jenazahnya tiba pada Rabu (24/6/2020).

Menurut Koim, dalam surat keterangan dijelaskan meninggalnya Tyas ini akibat kanker payu darah. Dan penyakit itu, dalam surat keterangan disebutkan tidak.

“Korban ini termasuk TKI resmi yang berangkat melalui PT Tritama Bina Karya,” katanya.

Koim menambahkan, selama bekerja di Hongkong, Tumining Tyas bekerja melalui agen Bestwell Employ Agency HK Limited yang ada di Hongkong.

Selama bekerja, menderita sakit divonis oleh dokter yang memeriksa terkena kanker payu darah.

“Korban sempat menjalani perawatan di RS Princess Margaret Hongkong dan akhirnya meninggal,” terangnya.

Setelah meninggal itu, jelas dia, oleh KJRI Hongkong dipulangkan menuju kampung halaman melalui pesawat Cathay Pasifik dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Dari bandara itu, pemulangan melalui jalur darat dengan menggunakan ambulans milik UPT BP2MI Serang.

“Pakai ambulans hingga kantor Desa Sarongan,” cetusnya.

Masih kata Koim, karena akses jalan yang rusak, tidak memungkinkan menggunakan ambulans. Maka, dari kantor desa menuju rumahnya di Dusun Sukamade, Desa Sarongan diantar mobil Ranger.

“Lokasi rumahnya terpencil, mobil ambulans harus digantikan mobil Ranger,” ungkapnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: