Beranda Pendidikan Universitas Tawang Alun

Universitas Tawang Alun

0
825

SEJARAH, yang tertulis maupun yang tertutur, memang perlu. Membaca sejarah sama dengan napak tilas. Menyusuri kembali time tunnel. Terowongan waktu. Terpampang di sana segala kejadian masa lalu. Kejadian kecil sampai yang besar. Yang remeh-temeh sampai yang sangat serius. Gelora perjuangan, sosial, kriminal, hukum, pendidikan, dll.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Semua tercatat dengan baik dalam sejarah. Tinggal pilih mana. Sesuai selera, tentunya. Yang pasti, sejarah memberi inspirasi. Makin rajin mempelajari sejarah semakin banyak inspirasi yang akan didapat. Membaca sejarah para tokoh setidaknya akan memberi semangat, ide, dan bahkan meniru gaya atau cara-cara yang dilakukan sang tokoh. Pun sejarahsejarah lainnya.

Sekiranya itu yang dilakukan Pak Anas (Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi). Terutama setelah membaca sejarah pendidikan di Bumi Blambangan. Dia tahu betul bahwa sejarah Universitas Jember (Unej) tidak bisa dilepaskan dari Banyuwangi. Awalnya, bernama Universitas Tawang Alun.

Nama yang familiar dengan telinga warga kota the Sunrise of Java. Itu artinya, Unej awalnya berdiri di Banyuwangi. Dari sejarah pula kita tahu, dahulu kala wilayah kerajaan Blambangan melingkupi Jember. Bahkan, sampai Lumajang. Maka tidak mengherankan jika antara Banyuwangi dan Jember memiliki ikatan batin yang kental. Sampai-sampai terminal Jember pun menggunakan nama Tawang Alun.

Radio-radio di Kota Tembakau saban hari juga memutar lagu-lagu Kendang Kempul –dari yang lama sampai yang modern. Alunan suara Alif  S. sampai Catur dan Reni Farida memenuhi angkasa Jember, pagi hingga sore. Itulah fakta sejarah. Dulu dan sekarang. Antara Jember dan Banyuwangi. Atau, Banyuwangi dan Jember.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!