sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bersiap melakukan langkah korporasi lanjutan setelah mengakuisisi ruas Tol Cimanggis–Cibitung.
Perseroan berencana menggelar penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue guna memperkuat struktur pendanaan dan mendukung kinerja usaha ke depan.
Rencana tersebut tertuang dalam prospektus yang dirilis pada Senin (19/1/2026).
Dalam aksi korporasi ini, BNBR akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E yang berasal dari saham portepel.
Seluruh saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp12 per saham.
Manajemen BNBR menjelaskan, langkah penambahan modal ini tidak terlepas dari aksi pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) yang dilakukan melalui PT Bakrie Toll Indonesia, entitas yang dikendalikan langsung oleh perseroan.
Akuisisi ruas tol tersebut mendorong BNBR untuk melakukan penguatan permodalan agar struktur keuangan perseroan tetap sehat dan berkelanjutan.
“Pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis infrastruktur perseroan. Sejalan dengan itu, perseroan perlu memperkuat struktur pendanaan guna mendukung kinerja ke depan,” tulis manajemen BNBR dalam prospektus.
Fokus Pelunasan Utang dan Modal Kerja
Seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan rights issue ini direncanakan akan digunakan untuk melunasi sebagian utang perseroan maupun anak usaha.
Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja guna mendukung operasional dan pengembangan bisnis.
Manajemen menyebutkan, rincian penggunaan dana akan disesuaikan dengan kondisi pada saat pelaksanaan PMHMETD.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengelolaan permodalan yang optimal bagi perseroan.
“Manajemen perseroan berhak melakukan penyesuaian atas penggunaan dana dengan mempertimbangkan kondisi dan faktor-faktor lain yang dianggap layak,” demikian pernyataan manajemen dalam prospektus tersebut.
Langkah ini dinilai penting mengingat sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, membutuhkan struktur pendanaan yang kuat dan berjangka panjang.
Page 2
Dengan penguatan modal, BNBR diharapkan mampu menjaga arus kas sekaligus meningkatkan fleksibilitas keuangan.
Potensi Dilusi Saham
Rencana penambahan modal melalui PMHMETD ini berpotensi menimbulkan efek dilusi bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli saham baru.
Dalam prospektus disebutkan, persentase kepemilikan saham dapat terdilusi hingga maksimal 33,33 persen.
Manajemen mengimbau para pemegang saham untuk mencermati rencana rights issue tersebut, termasuk dampaknya terhadap struktur kepemilikan dan nilai investasi mereka ke depan.
Rencana PMHMETD ini masih akan dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB dijadwalkan akan digelar pada 27 Februari 2026.
Jika mendapatkan persetujuan, aksi korporasi ini akan menjadi salah satu langkah strategis BNBR dalam memperkuat struktur permodalan pascaakuisisi ruas Tol Cimanggis–Cibitung.
Perseroan berharap, langkah tersebut dapat meningkatkan kinerja keuangan sekaligus memberikan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham.
Melalui penguatan pendanaan dan ekspansi di sektor infrastruktur, Bakrie & Brothers optimistis dapat menjaga kesinambungan usaha serta memperkuat posisi perseroan di tengah dinamika industri dan tantangan ekonomi ke depan. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bersiap melakukan langkah korporasi lanjutan setelah mengakuisisi ruas Tol Cimanggis–Cibitung.
Perseroan berencana menggelar penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue guna memperkuat struktur pendanaan dan mendukung kinerja usaha ke depan.
Rencana tersebut tertuang dalam prospektus yang dirilis pada Senin (19/1/2026).
Dalam aksi korporasi ini, BNBR akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar saham baru seri E yang berasal dari saham portepel.
Seluruh saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp12 per saham.
Manajemen BNBR menjelaskan, langkah penambahan modal ini tidak terlepas dari aksi pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) yang dilakukan melalui PT Bakrie Toll Indonesia, entitas yang dikendalikan langsung oleh perseroan.
Akuisisi ruas tol tersebut mendorong BNBR untuk melakukan penguatan permodalan agar struktur keuangan perseroan tetap sehat dan berkelanjutan.
“Pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis infrastruktur perseroan. Sejalan dengan itu, perseroan perlu memperkuat struktur pendanaan guna mendukung kinerja ke depan,” tulis manajemen BNBR dalam prospektus.
Fokus Pelunasan Utang dan Modal Kerja
Seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan rights issue ini direncanakan akan digunakan untuk melunasi sebagian utang perseroan maupun anak usaha.
Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja guna mendukung operasional dan pengembangan bisnis.
Manajemen menyebutkan, rincian penggunaan dana akan disesuaikan dengan kondisi pada saat pelaksanaan PMHMETD.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan pengelolaan permodalan yang optimal bagi perseroan.
“Manajemen perseroan berhak melakukan penyesuaian atas penggunaan dana dengan mempertimbangkan kondisi dan faktor-faktor lain yang dianggap layak,” demikian pernyataan manajemen dalam prospektus tersebut.
Langkah ini dinilai penting mengingat sektor infrastruktur, khususnya jalan tol, membutuhkan struktur pendanaan yang kuat dan berjangka panjang.








