Usai Operasi Sumbing, Sering Adzan

0
214

usaiKisah bahagia di balik “Aksi Kemanusiaan Operasi Gratis bagi 1000 Duafa” mewarnai perjalanan kegiatan aksi kemanusiaan ini. Salah satunya dialami Anggi Enggarsari, 14, peserta yang telah menjalani operasi polidactili (jari lebih) di RS Bina Sehat Jember, 18 Februari 2013 lalu. Sesaat setelah menjalani operasi, dengan penuh rasa haru Sugiarsih, ibu Anggi mengisahkan bahwa sebelum menjalani operasi polidactili, putrinya sering minder dan malu ketika bergaul dengan teman sebayanya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hal itu juga terjadi di sekolah. “Setiap harinya ketika bergaul dengan orang, dia memiliki kebiasaan memasukkan tangannya yang ada jari lebihnya ke saku,” kata Sugiarsih. Kenyataan itu membuat Ibu Anggi bersedih. Apalagi ketika pelajar SMPN 2 Genteng itu mengaku malu dengan kondisinya, bagaimana ketika besar nanti. Namun setelah menjalani operasi, sekarang keadaannya berbeda dan jauh lebih baik. Putri pasangan Sugiono dan Sugiarsih itu tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.

Loading...

Bahkan, dia sudah tidak sabar lagi masuk sekolah, karena tangannya sudah sempurna, dan jadi lebih percaya diri. Ada lagi kisah Abdul Rohim, 15, peserta operasi bibir sumbing di RS Bina Sehat Jember, 17 Februari 2013 lalu. Parino Hidayat, S.Pd, Kepala SMP Al Hikmah Srono yang mengantar operasi menuturkan bahwa Rohim adalah anak didiknya. “Sehari-hari di sekolah dia tampak minder dan sering diolok-olok teman-temannya, karena suaranya cenderung agak sengau (bindeng),” kisahnya.

Tetapi, lanjut Pariono, setelah dioperasi, Rohim sekarang tampak sumringah karena suaranya sudah tidak seperti dulu lagi. “Rohim sekarang tampak bahagia dan percaya diri. Hal ini tercermin dari seringnya dia didaulat untuk adzan di sekolah,” tambahnya. Sementara itu, Faizen, 5, asal Muncar, pada jadwal awal 8 Februari 2013 lalu, operasinya ditunda. Pasalnya, s aat itu lekositnya tinggi.

Namun, Faizen tetap semangat untuk mengikuti operasi. Setelah mendapat terapi secara teratur dari RS Al Huda Gambiran selama beberapa minggu, kondisi Faizen membaik. Kondisinya memungkinkan dioperasi pada 9 Maret 2013 lalu. Kini dia tidak sumbing lagi, bahkan sudah bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. “Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada RS Al Huda yang telah mengoperasi Faizen, sehingga kondisinya menjadi baik seperti sekarang,” Iin, bibi Faizen. (radar)

Loading...