Warga Grajagan Simulasi Tsunami

0
335
Nelayan Grajagan praktik langsung simulasi di TPI Grajagan, Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, kemarin (26/10)

PURWOHARJO – Warga yang tinggal di pesisir Pantai Grajagan, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, mendapat pelatihan simulasi cara menyelamatkan bila terjadi bencana tsunami dari Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, kemarin (26/10).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Simulasi dilaksanakan karena di daerah perairan Grajagan itu termasuk daerah rawan terjadi tsunami. Di daerah itu memiliku ombak yang sangat tinggi dan angin yang sangat kencang. “Ini salah satu titik rawan tsunami,” ujar Kepala BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana.

Menurut Fajar, dengan simulasi bencana tsunami ini diharapkan para nelayan Grajagan bisa memahami cara menyelamatkan diri dari bencana tsunami. “Kita melakukan simulasi ini dengan praktik langsung,” katanya.

Praktik yang dilakukan itu, terang dia, mulai dari antisipasi tsunami sampai terjadinya stunami sungguhan. Dalam praktik ini, sengaja dirancang seperti sungguhan. Untuk peserta, bukan hanya warga atau nelayan saja, tapi juga para siswa. “Ini simulasi tetapi seperti sungguhan,” cetusnya.

Dalam simulasi ini, juga dibuatkan titik kumpul bagi warga yang tinggal di sekitar titik rawan  bencana tsunami. Pihaknya berharap simulasi yang dilakukan ini akan bermanfaat bagi warga. Karena bencana alam itu tidak bisa diprediksi, dan hanya bisa mengurangi kerugian yang akan dialami. “Kita sudah siapkan titik kumpul jika terjadi bencana,” katanya.

Kapolsek Purwoharjo, AKP Ali Ashari, mengatakan simulasi yang dilakukan BPBD Banyuwangi pada warga itu sangat bagus. Sebab, masyarakat juga perlu tahu bagaimana cara mengantisipasi bencana atau menyelamatkan diri saat terjadi bencana. “Simulasi ini sangat bagus, saya harap warga bisa mempraktikan jika memang ada bencana,” ujarnya.

Kapolsek menambahkan tidak ada yang ingin terjadi bencana alam. Tetapi, bencana alam itu tidak bisa dihalangi atau diprediksi kapan akan terjadi. Makanya,semua warga harus antisipasi, terutama yang tinggal di titik rawan terjadinya tsunami. “Warga memang harus antisipasi dan bisa menyelamatkan diri,” ungkapnya. (radar)

Loading...

Baca Juga :