Kisah Korban Tsunami Pancer 1994, Tergulung Ombak hingga Tertimbun Reruntuhan Rumah

0
602
Suwoto

BANYUWANGI – Jumat 3 Juni 1994, silam, sekitar pukul 02.00 WIB, amukan gelombang tsunami melumat permukiman nelayan di kawasan pantai selatan Banyuwangi.

Meski hampir 25 tahun berlalu, peristiwa nestapa itu masih tersimpan kuat dalam ingatan mereka yang selamat dari amukan gelombang dahsyat.

Amukan gelombang tsunami itu melumat permukiman nelayan di sejumlah pantai. Diantaranya Pantai Rajegwesi, Pancer, Pulau Merah, Lampon di Kecamatan Pesanggaran. Dan Pantai Grajagan di Kecamatan Purwoharjo.

Namun yang paling banyak menelan korban jiwa ada di Pantai Pancer, Pulau Merah, Lampon dan Rajegwesi. Total 229 nyawa melayang. Sedangkan di Pantai Grajagan 2 orang tewas. Sebab itu juga, tugu peringatan tsunami Banyuwangi didirikan di Dusun Pancer Desa Sumberagung.

Sayangnya, tanggal kejadian yang terukir di prasasti peringatan tersebut keliru dalam penulisan. Disana semestinya terukir tanggal 3 Juni, bukan 2 Juni. Namun, warga tak berani protes dimasa tersebut.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last