Beranda Sosial Kisah Korban Tsunami Pancer 1994, Tergulung Ombak hingga Tertimbun Reruntuhan Rumah

Kisah Korban Tsunami Pancer 1994, Tergulung Ombak hingga Tertimbun Reruntuhan Rumah

0
755
Suwoto

BANYUWANGI – Jumat 3 Juni 1994, silam, sekitar pukul 02.00 WIB, amukan gelombang tsunami melumat permukiman nelayan di kawasan pantai selatan Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Meski hampir 25 tahun berlalu, peristiwa nestapa itu masih tersimpan kuat dalam ingatan mereka yang selamat dari amukan gelombang dahsyat.

Amukan gelombang tsunami itu melumat permukiman nelayan di sejumlah pantai. Diantaranya Pantai Rajegwesi, Pancer, Pulau Merah, Lampon di Kecamatan Pesanggaran. Dan Pantai Grajagan di Kecamatan Purwoharjo.

Namun yang paling banyak menelan korban jiwa ada di Pantai Pancer, Pulau Merah, Lampon dan Rajegwesi. Total 229 nyawa melayang. Sedangkan di Pantai Grajagan 2 orang tewas. Sebab itu juga, tugu peringatan tsunami Banyuwangi didirikan di Dusun Pancer Desa Sumberagung.

Sayangnya, tanggal kejadian yang terukir di prasasti peringatan tersebut keliru dalam penulisan. Disana semestinya terukir tanggal 3 Juni, bukan 2 Juni. Namun, warga tak berani protes dimasa tersebut.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Loading...

error: Uppss.......!