6 Program Inovasi Diadopsi 5 Daerah

0
160

BANYUWANGI – Lima kabupaten dari lima provinsi meneken memorandum of understanding (MoU) dengan Bupati Abdullah  Azwar Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (22/3). Penandatanganan MoU yang dilakukan lima kabupaten itu untuk mengadopsi sejumlah  program inovasi yang dikembangkan Pemkab Banyuwangi  dan kerja sama antar daerah.

Lima kabupaten yang meneken MoU itu adalah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Kabupaten  Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah,  Kabupaten Jembrana, Provinsi  Bali, Kabupaten Kediri, Provinsi  Jawa Timur, dan Kabupaten Bantul Provinsi Yogyakarta.

Selain dengan lima kabupaten, Bupati Anas juga menekan kerja  sama dengan empat instansi   lainnya, yakni Unair, BPKP, PT. Pos Indonesia dan PT.ICON Plus.  Beberapa program yang akan   diadopsi beberapa daerah adalah  e-village budgeting, e-monitoring system, e-audit, program kependudukan Lahir Procot Pulang  Bawa Akta, pengembangan pariwisata, dan perbaikan Sistem  Akuntabilitas Kinerja Instansi   Pemerintahan (SAKIP).

Kelima daerah kabupaten itu dihadiri langsung oleh bupati  dan perwakilan pejabat. Bupati  Serang H. Ratu Tatu Chasanah menjalin kerjasama antar daerah,  Bupati Sukoharjo, H. Wardoyo   Wijaya meneken kerjasama tentang peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintah daerah.

Pemkab Jembrana yang diwakili Sekretaris Daerah, I Made Sudiada meneken kerjasama terkait  pengembangan daerah. Sementara Assisten Admisnistrasi Sumber Daya dan Kesra Kabupaten Bantul, Didik Warsito meneken kerjama dalam hal peningkatan dan pengembangan potensi sumberdaya dalam kerjasama  bidang pendidikan dan bidang   pariwisata untuk peningkata  kesejahteraan masyarakat melalui pertukaran kunjungan wisata  pelajar.

Sementara empat MoU lainnya yakni dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan  (BPKP) Jawa Timur, yang diteken  langsung oleh Agus Setianto menandatangani kerjasama pengembangan manajemen pemerintah daerah. Bupati Anas juga  meneken kerjasama di bidang pendidikan penelitian pengembangan, dan penerapan Ilmu Pengetahuan Tekhnologi (Iptek), Pengembangan SDM, dan  pemberdayaan masyarakat di  Banyuwangi dengan Universitas Airlangga, yang ditandatangani  Rektor Unair Prof.Dr.M Nasih.

Kerja sama dengan PT.Pos Indonesia diteken Kepala Kantor Pos Banyuwangi, I Gusti N Alit Suryawan untuk peningkatan  pelayanan publik. Selain itu, juga  melakukan kerja sama dengan PT. ICON Plus dalam pengembangan jasa dan jaringan telekomunikasi.

Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh ratusan pejabat  dalam pembukaan musyawarah rencana pembangunan kabupaten ( Musrenbangkab) tahun 2018.   Bupati Anas mengatakan,  pihaknya berterima kasih atas kepercayaan sejumlah kabupaten  terhadap program-program yang   diterapkan Banyuwangi. Sebelum  ini, juga ada sejumlah kabupaten lain yang meneken kerja sama  serupa.

“Tentu ini iklim kerja sama yang bagus. Kita semua sa ling belajar dan berbagi pengalaman demi kemajuan bersama. Tak ada lagi ego. Tak ada lagi bicara ini kabupaten saya, itu   kabupaten Anda, tapi kita berbagi  bagaimana mengaplikasikan yang baik di satu daerah ke daerah yang lain,” ujar Bupati Anas.

Menurut Anas, saat ini sudah  tidak zamannya lagi kompetisi  antar daerah, namun justru era kolaborasi untuk bersama-sama  maju dengan mengambil atau  mengadopsi program yang baik di daerah lain untuk diterapkan  di wilayahnya. Banyuwangi juga terinspirasi dengan program-  program daerah lain dan akan dijajaki untuk diterapkan di kabupaten berjuluk The Sunrise Of Java.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, kedatangannya ke Banyuwangi untuk mengadopsi program pengentasan kemiskinan, pengangguran,  pengem bangan pariwisata, pendidikan, dan kesehatan. Sebelumnya, tim Pemkab Serang telah ke Banyuwangi untuk melihat langsung program-program yang ada.

”Kerja sama ini agar kita sama-sama berkembang untuk meningkatkan pelayanan,” kata Tatu.  Menurut Tatu, secara garis besar, salah satu keunggulan Banyuwangi adalah penguatan internal  birokrasi. Tidak ada ego sektoral  antar KPD (satuan kerja perangkat daerah).

“Hampir semua  daerah masalahnya adalah ego sektoral. Itu sulit dihilangkan. Di Banyuwangi itu terkikis karena satu program dikeroyok bareng semua SKPD, jadi semua bekerja  sama,” ujarnya Bupati Sukoharjo Wardoyo  Wijaya mengaku akan mengadopsi e-village budgeting dan  e-planning, karena Banyuwangi berhasil meningkatkan akuntabilitas sehingga meraih SAKIP   A dari Kementerian PAN-RB.  Bahkan, kedatangannya ke Banyuwangi juga atas saran  Kementerian PAN-RB.

“Kami  harap dengan MoU ini, kami bisa  bekerja lebih baik lagi,” jelas  Wardoyo (radar)

Loading...