Ajak Masyarakat Umum Miliki Saham PT IGG

0
146
Dari kiri, Dirut PT IGG Ir H Ade Prasetyo, Ketua Dewan Pembina DPP APTRI HM Arum sabil, dan Dirut PTPN XII Berlino Mahendra Santosa.

PTPN XII selaku pemegang saham mayoritas PT Industri Gula Glenmore (IGG) sebesar 99,5 persen berencana akan melepas sebagian sahamnya. PTPN XII hanya akan mempertahankan sekitar 51 persen saham di pabrik gula yang berlokasi di Perkebunan Kalirejo, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore.

RENCANA PTPN XII tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN XII Berlino Mahendra Santosa saat kunjungan kerja bersama Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) HM Arum Sabil di PT IGG, kemarin siang.

Menurut Herlino, saat ini saham PTPN XII di PT IGG sebesar-99,5 persen, dan sisanya dimiliki PTPN Xl. “Jadi mayoritas saham milik dari PTPN XII,” tuturnya. Rencana ke depan, PTPN XII ingin mengajak dan melibatkan pihak lain seperti PTPN Xl, APTRI, serta para stakeholder lainnya untuk memiliki saham PT IGG tersebut.

Beberapa saham yang akan dilepas PTPN XII tersebut, Berlino mengaku belum bisa memastikan karena masih dalam rencana. “Tapi setidaknya kita PTPN XII yang 51 persen lah, sehingga tetap yang mayoritas,” ujarnya.

Berilno menjelaskan, rencana melibatkan dan mengajak pihak luar untuk ikut memiliki saham PT IGG tersebut, merupakan bentuk bisnis model yang juga banyak dikembangkan di negara lain. Contohnya seperti saham pabrik sawit di Malaysia dan kepemilikan Saham pabrik gula di Thailand.

Loading...

“Bisnis model seperti ini, ternyata memang sudah diterapkan di negara lain, dan bisa sinergi antara negara dengan pihak lain. Keberlangsungan perusahaan lebih transparan,” ujarnya.

Kapan rencana tersebut akan direalisasikan, Berlino mengaku belum bisa memastikan. Yang jelas saat ini sudah dibicarakan ditingkat holding. “Nanti tergantung persetujuan lbu Menteri BUMN juga,” tandasnya.

Sementara itu, Dirut IGG, Ir Ade Prasetyo akan mendukung visi dirut PTPN XJI tersebut. Pihaknya akan terus kerja keras meningkatkan berbagai fasilitas yang kini sudah ada. Selain peralatan yang kini sudah modern, teknologi serba canggih serta menghasilkan kualitas gula yang bagus, pihaknya juga sedang membangun fasilitas untuk tempat parkir truk pengangkut tebu dengan kapasitas sampai 500 truk.

“Dengan demikian, ketika masa giling antrean tebu tidak sampai meluber ke jalan raya sehingga mengganggu pengguna jalan,” tuturnya. Ade juga menjelaskan, PT IGG pada giling tebu perdana sudah mampu menghasilkan 2.500 ton gula, dan masa giling kedua meski masih belum akhir tahun sudah menghasilkan 7.000 ton gula.

“Padahal biasanya, pabrik gula baru masih sulit menghasilkan gula karena masih uji coba, sementara PT IGG meski tahun pertama, tapi sudah menghasilkan gula ribuan ton,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Budi Kaloka, selaku pihak yang membidangi masalah lahan dan tanaman PT IGG. Menurutnya, untuk mendukung visi dari dirut PTPN XII, ketersediaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pabrik juga terus ditingkatkan. “Selain dari lahan sendiri, kita juga melibatkan pihak tebu rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembinan DPP APTRI HM Arun Sabil, mengaku senang bisa mendapatkan undangan dirut PTPN XII untuk mengetahui lebih dalam kondisi pabrik gula dan perkembangannya.

Arum berharap, semua jajaran di PTPN XII khususnya di PT IGG bisa kompak dan saling mendukung demi kemajuan pabrik gula tersebut. “Bagaimanapun PT IGG ini adalah barometer. Sebab ini akan menjadi acuan dan percontohan bagi pabrik-pabrik gula lain, terutama kalau akan ada pabrik gula baru,” jelasnya. (radar)

loading...