Bupati Anas Terima Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Jokowi

0
201
Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Satya Lencana Wirakarya kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam acara Pekan Nasional Petani Nelayan XV Tahun 2017.

BANDA ACEH – Bupati Abdullah Azwar Anas menerima penghargaan prestisius kemarin (6/5). Orang nomor satu di Pemkab Banyuwangi itu menerima piagam tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI Joko Widodo.

Penghargaan tanda kehormatan itu disematkan langsiung Presiden Joko Widodo pada pembukaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Kota Banda Aceh, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Penganugrahan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya tersebut tertuang dalarn keputusan Presiden RI nomor 49/TK/Tahun tertangal 28 April 2017. Penghargaan tanda kehormatan tersebut di berikan atas jasa Bupati Anas dalam mempertahankan pangan, melalui kebijakan dan program pembangunan pertanian, dukungan sarana dan prasaranan Agro Tourism dan Banyuwangi Expo, serta peningkatan sumber daya manusia.

Sehingga upaya tersebut meningkatkan pemasaran dan nilai tambah hasil pertanian di Kabupaten Banyuwangi. “Alhamdulillah, ini merupakan kehormatan bagi Banyuwangi. Saya mengucapkan terima kasih kepada para petani, penyuluh, dan Dinas Pertanian yang telah bersama-sama mengembangkan sektor ini,” kata Bupati Anas saat dihubungi usai menerima penghargaan tersebut.

Menurut Anas, penghargaan tersebut memacu pemerintah daerah untuk terus menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan. Apalagi, sektor pertanian ini sebagai penyokong terbesar  Banyuwangi.

“Pertanian adalah salah satu sektor terpenting dalam perekonomian masyarakat Banyuwangi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2015 menyebutkan sektor pertanian rnenyumbang 36 persen PDRB Banyuwangi atau setara Rp 21,9 triliun,” jelas Anas.

Sejumlah program pertanian terus mendapat perhatian serius dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai upaya pun selalu dilakukan, sehingga produktivitas padi Banyuwangi selalu terjaga di atas rata-rata rasional.

Rata-rata produksi dalam enam tahun terakhir mencapai 795.000 ton gabah. Banyuwangi juga mengembangkan cluster organik yang ditargetkan bisa mencapai 200 hektare (Ha), dengan fokus utama membidik pasar juga didorong berinovasi.

Salah satunya inovasi mina padi, mina jeruk, dan mina naga untuk menambah penghasilan petani, yaitu dapat panen pertanian sekaligus panen ikan,” beber Anas. Di sektor hortikultura, kata Anas, pengembangan dilakukan pada berbagai komoditas, seperti buah naga,  semangka, manggis, jeruk, durian merah, dan cabai.

Bahkan Kementerian Pertanian telah memilih Banyuwangi sebagai salah sentra pengembangan jeruk nasional. Banyuwangi juga menjadi sentra cabai nasional. Pada 2010, produksi cabai baru berkisar 5.997 ton, lalu melonjak 144 persen pada 2015 menjadi 14.684 ton. Adapun produksi cabai kecil di kisaran 21 ton.

“Kami mengembangan irigasi hemat air agar produksi cabai berkelanjutan tanpa mengenal musim. Tahun ini Dinas Pertanian memulai tanam 10 juta bibit cabai di polybag dengan melibatkan banyak unsur masyarakat,” papar Anas.

Selain teknis pertaniannya diperkuat, Pemkab Banyuwangi menggiatkan pembangunan infrastruktur irigasi. Sejak 2011 telah dibangun dan diperbaiki jaringan irigasi primer 3.718 Kilometer (Km),  sekunder 2.2M Km, dan tersier 797 Km.

Jaringan tersebut mengairi sekitar 66.000 Ha sawah. Pada tahun ini juga dibangun 15 embung baru dengan kapasitas tiap embung 2.000 hingga 5.000 meter kubik. “Terimakasih kepada pemerintah pusat yang telah membangun waduk Bajulmati yang sangat bermanfaat bagi sektor pertanian Banyuwangi, khusu nya di wilayah utara.

Waduk tersebut mengairi lahan pertanian seluas 1.800 Ha, termasuk di dalamnya untuk 600 Ha lahan cetak sawah di wilayah utara Banyuwangi,” pungkas Anas. (radar)

Loading...