Jangan Panik Tolong Penderita Epilepsi

0
143
Ilustrasi

BANYUWANGI – Ayan atau epilepsi bukan penyakit menular dan penyakit keturunan. Epilepsi disebabkan oleh kondisi dimana seseorang mengalami kejang secara berulang-ulang.

Meski terkadang membuat yang melihat merasa was-was, pertolongan terhadap penderita tetap harus diberikan. Di antaranya dengan menghindarkan benda-benda tajam yang ada di sekitar penderita. Kemudian longgarkan benda di sekitar leher yang memungkinkan dapat mengganggu jalannya napas.

“Jangan panik. Bila ada, letakkan bantal lembut di bawah kepala pasien,” saran Ahmad Yunus Kurniwan, Kepala UGD RSUD Blambangan. “Pertolongan yang bisa diberikan lainnya dengan memiringkan penderita agar jalan udara pernapasan tidak tersumbat.

Loading...

Yang perlu diingat jangan memaksa untuk membuka mulut penderita dengan benda keras atau menggunakan jari. Karena kejang, usahakan juga jangan mencoba menghentikan gerakan paseen dengan cara apa pun.

Penderita epilepsi yang sedang kumat jangan diberikan napas buatan. Kecuali penderita tidak bernapas usai seranga  kejang berhenti. Selanjutnya usahakan tetap berada di dekat penderita sampai kejang-kejangnya berhenti. “Usahakan tersenyum dan bersikap ramah usai pasien siluman dari kejangnya,” imbuhya.

Penyebab epilepsi sendiri ada dua sebab. Pertama epilepsi idiopatik. Penyebabnya tidak diketahui karena tidak dapat dibuktikan adanya lesi otak. Sedangkan penyebab kedua yakni epilepsi sekunder. Sebab ini karena adanya serebral yang mempermudah terjadinya respons kejang.

Dari jenis serangannya, epilepsi juga ada dua jenis. Pertama serangan parsial dan umum. Serangan parsial meliputi parsial sederhana dan kompleks. Parsial sederhana kejang menyebar pada jari, wajah, hingga seluruh tubuh.

Sedangkan parsial kompleks penderita sadar ketika serangan tetapi tidak mengingat kembali kejadian yang telah terjadi. Sementara jenis sarangan umum berupa absence ditandai dengan berhentinya bicara sejenak, pandangan kosongg dan mata berkedip cepat.

Jenis serangan umum epilepsi lainnya yakni tonik klonik. Serangan ini diawali dengan kesadaran yang menurun, kejang, dan tidak bisa menahan buang air kecil dan besar. Penderitanya juga bisa mengalmi abnesia sejenak.(radar)

loading...