Palak Sopir Truk, 8 Remaja Ditangkap Polisi

0
1435
Delapan remaja asal Dusun Krajan, Desa Tambokrejo diamankan di Polsek Muncar, kemarin (15/6).

MUNCAR – Diduga sedang mabuk, delapan kawanan remaja asal Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, menganiaya M Fahmi, 17, warga setempat, Minggu (10/6). Selain itu, mereka juga melakukan pemalakan pada Aris Widiono, sopir truk yang tinggal di Desa Tembokrejo.

Korban yang tidak terima atas aksi kawanan remaja itu, langsung lapor ke polsek. Dari laporan itu, delapan pelaku akhirnya ditangkap di rumahnya masing-masing. Kedelapan remaja itu berinisial, PR, GA, RG, AR. FT, YD, BL, dan IB.

“Tadi pagi (kemarin pagi) para pelaku kita jemput di rumahnya masing-masing,” kata Kapolsek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko didampingi Kanitreskrim Polsek Muncar, lptu Eko Darmawan.

Loading...

Ditambahkan oleh kanitreskrim dari keterangan para pelaku, sebelum beraksi itu mereka menggelar pesta minuman keras (miras) jenis arak di depan SDN 1 Tembokrejo. Saat mereka teler, datang M Fahrul bersama teman-temannya yang sedang melakukan patrol keliling.

“Awalnya pelaku minta untuk tidak keras membunyikan tabuhan,” terangnya. Saat diminta tidak keras menabuh gamelan, Fahrul dan teman-temannya sudah menurut. Tapi, beberapa kawanan yang mabuk itu langsung menyerang dengan gitar dan tangan kosong.

“Kejadian itu sekitar pukul 02.00,” ungkapnya seraya menyebut beberapa korban mengalami luka memar di wajahnya. Setelah menghajar kelompok patrol, kawanan preman itu sekitar pukul 02.30, menghadang truk yang disopiri Aris Widiono.

Saat dicegat, Aris yang sudah mengenali para remaja itu sempat memberi uang Rap 60 ribu. “Tapi kawanan remaja itu minta seluruh uang yang dibawa Aris dan ditolak,” terangnya. Penolakan itu membuat remaja tidak terima.

Mereka melalukan perusakan pada truk hingga mengalami kerugian 2 juta. “Korban tidak terima dan lapaor ke polsek, kita juga langsung bergerak dengan menangkap pelaku,” ungkapnya.

Karena umur para pelaku  masih dibawah umur, pihaknya mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan. Polisi memanggil para orang tua pelaku untuk ikut menyelesaikan perkara ini. ” Kita lakukan pembinaan pelaku dan korban ini masih satu kampung,” cetusnya. (radar)

loading...