Penjual Buah Musiman Bermunculan

0
234
Pedagang krai di Jalan Raya Jember Desa Pakistaji Mulai Bermunculan

KABAT – Sepanjang Jalan Raya Jember di sisi selatan Jembatan Sasak Tambang, Kecamatan Kabat, sejak Jumat (26/5) lalu sudah dipenuhi para pedagang buah-buahan khas Bulan Ramadan.

Salah satunya pedagang krai, yaitu buah-buahan mirip blewah, yang mulai dijajakan di bidak-bidak bambu.  Ada lebih dari lima bidak yang berdiri di sisi kanan dan kiri jalan besar tersebut.

Di hari pertama belum tampak ada banyak pembeli yang mengerubungi bidak-bidak tersebut. Attun, 86, salah seorang pedagang yang menjajakan krai mengaku baru mengawali dagangannya, jumat lalu.

Loading...

Ada sekitar 200 buah krai yang dijual di bidaknya. Masing-masing buah dihargainya dengan harga yang berbeda. Yang terkecil dijual dengan harga Rp 4000 dan yang cukup besar dihargainya Rp 7000.

“ini saya ambil dari Desa Badean. Di pinggir pantai sana, sudah ada petaninya memang. Semuanya pedangang di sini ngambilnya dari sana,” ujar Amin. Untuk hari-hari pertama puasa, ujar pria yang sudah menjadi pedagang musiman sejak tahun 1960 itu, biasanya masih sepi pembeli.

Para pembeli biasanya muncul di hari kedua dan terus meningkat hingga mendekati hari raya. Karena ini, dia sudah membeli banyak buah untuk disiapkan dijual keesokan harinya. “Rata-rata sehari hanya laku 10 buah, tapi nanti lama-lama bisa banyak. Kita tidak ambil untuk banyak, yang penting bisa buat beli makanan buka,” ungkap pria asal Pakistaji itu.

Pedagang lainnya, Buhasi, 60, mengatakan keuntungan dari berjualan buah krai ini dapat dibilang tipis. Belum lagi jika nanti banyak yang tidak laku cepat, karena biasanya pembeli enggan membeli krai yang sudah agak lembek.

“Kita belinya di petani Rp 10 ribu untuk lima buah krai yang kecil, kalau yang sedang kadang dapat tiga kadang cuma dua. Untungnya tidak terlalu banyak, tapi bisa buat pegangan hari raya. Tiap hari kita buka dari pagi sampai jam 5 sore,” pungkas Buhasi. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :