Tarian Papua di Kampung Primitif

0
864
Pegawai lokasiwisata Kampung Primitif di Desa Purwodadi dengan pakaian khas menyambut tamu kemarin.

BANYUWANGI – Sejumlah lokasi wisata hasil kreasi warga mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Mereka mengunjungi tempat wisata itu. Misalnya, Kampung Prima dan Inovatif (Primitif) di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, dan De Jawatan di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, kemarin (1/12).

Dalam kunjungan tersebut, pihak Kemenpar ingin melihat secara langsung lokasi wisata yang kini mulai banyak dikunjungi warga tersebut. “Kami ingin tahu destinasi wisata baru. Perkembangan pariwisata di Banyuwangi maju pesat,” kata Ronald Hutahaean, anggota tim humas Kemenpar.

Menurut dia, di Kabupaten Banyuwangi, banyak bermunculan tempat wisata yang dikelola masyarakat secara mandiri ataupun bersama pemerintah desa. “Masyarakatnya kreatif, tidak menunggu bantuan, tapi swadaya dulu,” puji Ronald.

Dia menyampaikan, dalam perkembangannya, tempat wisata tersebut semakin menarik. lde dan inisiatif warga akan berbuah dukungan dari pemerintah. Baik pemerintah daerah maupun pusat.

Dari kunjungan di sejumlah tempat wisata hasil kreasi warga, ada sejumlah catatan yang perlu diperhatikan pengelola. Terutama soal higienitas makanan dan bahasa asing. Untuk pengelolaan dan penyambutan tamu, pihak Kemenpar menilai sudah cukup baik. “Kami disambut tarian Papua, bagus itu,” ucap Ronald.

Para wisatawan, lanjut dia, sangat memperhatikan kebersihan dan kuliner yang higienis. Karena itu, poin tersebut perlu diperhatikan secara serius. “Turis asing itu sangat memperhatikan kebersihan makanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Arie Rahadi, anggota pokmas yang mengelola wisata Kampung Primitif, mengungkapkan sedang melakukan berbagai persiapan. Mulai pembangunan tempat hingga peningkatan SDM.

Loading...


Kata kunci yang digunakan :