8 Kecamatan Jadi Lumbung Suara

  • Bagikan

DPT Kecamatan Muncar Tembus 104 Ribu, Banyuwangi 86 Ribu

BANYUWANGI – Delapan kecamatan dari 24 kecamatan di  Banyuwangi dipastikan akan menjadi lumbung suara dua peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2015 mendatang. Sebab, delapan kecamatan itu memiliki  daftar pemilih  tetap (DPT) jumbo dibandingkan 16 kecamatan lain.

Dari 1.304.745 pemilih tetap pilbup yang telah ditetapkan KPU, sekitar 594.511 pemilih ada di delapan kecamatan itu. 710.234 pemilih lain tersebar di 16 kecamatan. Berdasar penetapan pleno KPU, delapan kecamatan dengan  DPT jumbo itu adalah Kecamatan  Muncar, Banyuwangi,  Rogojampi, Srono, Kalipuro, Cluring, Genteng, dan Sempu.

Kecamatan Muncar memiliki 104.272 pemilih disusul Kecamatan  Banyuwangi 86.379 jiwa dan Kecamatan Rogojampi  dengan 77.238 orang. Kecamatan Genteng 69.305 orang, Kecamatan Cluring  62.333 orang, Kecamatan  Sempu 60.824 orang, dan Kecamatan Kalipuro 60.376 orang.

Sementara itu, jumlah pemilih  di 16 kecamatan berada di bawah angka 60 ribu orang. Kecamatan Muncar pemilih laki-laki sekitar 52.482 orang  dan pemilih perempuan 51.709 pemilih. Kecamatan Banyuwangi pemilihnya didominasi pemilih perempuan dengan  jumlah 44.404 orang, sedangkan pemilih laki-laki hanya sekitar 41.975 orang.

Selain Kecamatan Banyuwangi, pemilih perempuan juga  mendominasi Kecamatan Kalipuro,  Kecamatan Rogojampi, Kecamatan dan Cluring. Kecamatan Kalipuro dengan jumlah  DPT 60.376 orang, sekitar 30.676 orang pemilih perempuan dan 29.700 pemilih laki-laki.

Kecamatan Rogojampi memiliki 39.448 pemilih  perempuan, sementara pemilih pria hanya 37.790 orang. Dominasi  pemilih perempuan  juga terjadi Kecamatan Cluring dengan 31.436 pemilih dan pemilih laki-laki hanya 30.877 orang.

Jumlah DPT yang ditetapkan KPU itu berkurang banyak dari Daftar Pemilih Sementara (DPS)  yang ditetapkan KPU sebelumnya sebanyak 1.319.578 orang. Sedangkan jumlah DPT yang  ditetapkan sebanyak 1.304.745  jiwa atau berkurang sekitar 14. 833 orang.

Ketua KPU Syamsul Arifin  mengatakan, penurunan jumlah  warga yang terdaftar dalam DPT disebabkan beberapa hal, diantaranya pemilih yang terdaftar  ganda, pindah alamat, meninggal dunia. “Ini berkat penyisiran  yang dilakukan petugas  PPS bersama Panitia Pengawas  Lapangan (PPL),” ujarnya.

Meski DPT sudah ditetapkan, namun jumlah pemilih masih mungkin  bertambah. Sebab, KPU masih membuka pendaftaran pemilih tambahan yang akan dimasukkan dalam DPT Tambahan (DPTb-1). Pendaftaran pemilih tambahan itu akan berlangsung mulai 13  Oktober sampai 20 Oktober mendatang. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: