Amrullah Minta Pillkada Ditunda

0
739

DPT Amburadul, Gugat KPU Rp 10 M


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Gara-gara Daftar Pemilih Tetap (DPT) bermasalah, seorang warga menggugat KPU senilai Rp 10 miliar. Penggugat tersebut adalah Mohamad Amrullah, warga Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat. Selain ditujukan kepada KPU (tergugat I), Amrullah juga menggugat kepala Dispendukcapil (tergugat III) dan bupati Banyuwangi (tergugat II).

Sidang perdana gugatan perdata kemarin digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. Sidang tersebut dipimpin ketua majelis hakim Endru Sonata, beranggota Achmad Rasyid dan Muswandar. Dalam gugatannya, Amrullah yang didampingi tiga penasihat hukunmya meminta kepada majelis hakim agar pemilihan bupati tanggal 9 Desember nanti ditunda.

Alasannya, sampai saat  ini DPT masih dianggap bermasalah dan belum klir. Tidak sekadar ditunda, Amrullah dan kelompok pengacara muda Banyuwangi itu juga menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi senilai Rp 10 miliar.

“DPT pilkada masih amburadul. Tak semua warga bisa ikut men coblos karena persoalan KTP salah satunya,” beber Amrullah  kemarin. Dalam sidang perdana kemarin Amrullah tampil komplet bersama tiga lawyer lain.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last