Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Ambrol, Pondasi Jembatan Alasbuluh Jalur Vital Banyuwangi–Surabaya Terancam Maut

ambrol,-pondasi-jembatan-alasbuluh-jalur-vital-banyuwangi–surabaya-terancam-maut
Ambrol, Pondasi Jembatan Alasbuluh Jalur Vital Banyuwangi–Surabaya Terancam Maut

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Ancaman keselamatan mengintai pengguna jalan di ruas vital penghubung Banyuwangi–Surabaya. Pondasi Jembatan Alasbuluh 1, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, dilaporkan ambrol dan mengalami kerusakan serius. Jembatan yang berada sekitar 200 meter di selatan Balai Desa Alasbuluh itu setiap hari dilintasi kendaraan, termasuk truk bermuatan besar.

Dari pantauan Jurnalnews pada Minggu, 11 Januari 2026, jembatan yang dibangun pada tahun 2023 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan Jawa Timur–Bali tersebut mengalami kerusakan pada pondasi sisi timur sebelah selatan. Kerusakan diduga kuat dipicu hantaman banjir dan hujan deras yang terjadi bertubi-tubi dalam beberapa hari terakhir.

Harun (48), warga yang rumahnya berada tepat di samping jembatan, mengaku kaget saat peristiwa ambrolnya pondasi terjadi.

“Kemarin subuh, tiba-tiba terdengar getaran keras. Saya keluar rumah, ternyata pondasinya sudah ambrol dan longsor,” ungkapnya dengan nada cemas.

Ia berharap dinas terkait segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah.

“Saya minta segera diperbaiki. Kalau dibiarkan, bisa merembet ke badan jalan raya. Ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” tegas Harun.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Yakup (62), warga setempat yang merekam kondisi jembatan dan menyebarkannya ke masyarakat.

“Saya buat video supaya warga dan pengendara waspada. Jangan sampai ada korban dulu baru ditangani,” ujarnya.

Diketahui, jalur tersebut merupakan jalan provinsi dengan intensitas lalu lintas tinggi, termasuk kendaraan berat yang melintas siang dan malam. Jika kerusakan pondasi terus meluas tanpa penanganan cepat, bukan tidak mungkin jembatan ini berubah menjadi ancaman maut di tengah denyut ekonomi warga.

Kini, publik menunggu langkah cepat dan tegas dari instansi terkait. Keselamatan pengguna jalan tak seharusnya dipertaruhkan oleh lambannya respons atas kerusakan infrastruktur vital. (Venus Hadi)