Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Sosial  

Antisipasi Aksi 22 Mei, TNI-Polri Lakukan ‘Sweeping’ di Stasiun dan Pelabuhan

Foto: arahjatim
Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda
Foto: arahjatim

BANYUWANGI – Tim gabungan TNI/Polri secara intensif menggelar sweeping di sejumlah tempat yang digunakan masyarakat untuk transit menuju Jakarta menjelang penetapan hasil pemilu tanggal 22 Mei 2019 mendatang. Diantaranya pelabuhan ASDP Ketapang dan stasiun-stasiun kereta api (KA) setempat, Minggu (19/5/2019).

Dilansir dari arahjatimcom, puluhan personel TNI/Polri disiagakan di pintu keluar ASDP dan LCM pelabuhan penyeberangan Ketapang untuk memeriksa seluruh kendaraan dan penumpang yang baru keluar dari kapal feri dengan sasaran senjata tajam dan bahan peledak serta barang lainya yang dianggap berbahaya.

Seluruh kendaraan pribadi, bus hingga travel satu persatu diperiksa kelengkapan surat kendaraan beserta barang bawaan secara ketat.

Selain itu, pemeriksaan badan kepada seluruh penumpang yang ditengarai akan berangkat ke Jakarta juga tak luput dari pemeriksaan petugas.

Dalam sweeping yang digelar hampir dua jam tersebut, petugas menemukan bus Lorena dengan bernomor polisi B 7116 PBA yang membawa 26 penumpang dari Nusa Tenggara Timur (NTT) akan Berangkat ke Jakarta.

Saat petugas menanyai tujuan untuk apa berangkat ke Jakarta, mereka tidak mengetahui alias tidak jelas. Mereka hanya menunjukan surat keterangan kerja dari desa setempat untuk bekerja di Jakarta. Melihat ada gelagat yang mencurigakan, akhirnya mereka dibawa ke Mapolres Banyuwangi untuk dilakukan pendataan.

Langkah tersebut dilakukan dalam rangka mengantisipasi pengerahan massa ke Jakarta untuk aksi yang akan digelar pada 22 Mei pada saat penetapan Capres dan Cawapres oleh KPU.

“Kami dari Resort Polres Banyuwangi bersama rekan-rekan TNI melaksanakan kegiatan Operasi Pekat 2019 tujuannya adalah mengantisipasi miras sajam (senjata tajam) dan bahan peledak,” kata
Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Ketapang.

“Kegiatan ini tujuannya untuk penyekatan massa yang akan berangkat ke Jakarta ikut aksi bersama dengan penetapan Capres-Cawapres oleh KPU. Bagi siapapun yang akan berangkat ke Jakarta jangan sampai membawa senjata tajam maupun barang yang berbahaya,” imbaunya.

Sementara itu, selain menyasar senjata tajam dan bahan peledak, sweeping dilakukan terhadap masyarakat sebagai bentuk Operasi Pekat yang mungkin dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyelundupkan barang haram seperti narkoba dan miras tradisional sejenis arak untuk dibawa menuju Pulau Jawa.

“Penumpang kita periksa semua. Kita tanya mau kemana. Kalau mau ke Jakarta kita imbau agar berhati-hati. Kalau mereka akan melakukan aksi kita beri penjelasan agar tidak bertindak anarkis. Tadi 26 penumpang ditanya jawabannya gak jelas, pengakuannya berbeda-beda. Mangkanya kami bawa ke Polres untuk didata,” tambah Kapolres.

Tak hanya di Pelabuhan Ketapang, aksi sweeping juga dilakukan di stasiun-stasiun kereta api yang tersebar di Banyuwangi. Jajaran polsek yang wilayahnya ada stasiun kereta api diperintahkan untuk melakukan sweeping terhadap masyarakat yang akan berangkat ke Jakarta.

“Kita bukan bermaksud menakut-nakuti masyarakat. Tapi ini demi menjaga stabilitas negara. Kami persilahkan memberikan aspirasi di Jakarta. Tapi tidak boleh anarkis dan membawa sajam,” paparnya.

Untuk mengantisipasi masyarakat yang akan mengikuti aksi demo, pihak kepolisian bersama TNI sebelumnya juga telah menggelar pertemuan dengan tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren se-Banyuwangi.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah secara persuasif masyarakat yang akan mengikuti aksi di Jakarta.

“Sudah kita lakukan dengan bertemu dengan tokoh agama, pesantren dan pengajian agar berpikir kembali berangkat ke Jakarta. Apalagi sebentar lagi Hari Raya Idul Fitri. Mending buat sangu lebaran ongkos ke jakarta itu,” pungkasnya. 

Kegiatan sweeping akan terus dilakukan oleh tim gabungan TNI/Polri agar aksi yang direncanakan akan digelar di depan kantor KPU di Jakarta tidak anarkis dan tetap menjaga kondusivitas ibu kota negara.