Antisipasi Joki, Dispendik Siapkan Petugas Khusus

0
384

BANYUWANGI – Ancaman praktik perjokian dalam ujian nasional (unas) 2012 mulai diantisipasi Dinas Pendidikan (Dispendik). Terkait perjokian, Dispendik menyiapkan petugas khusus untuk melakukan pendeteksian. Selain menyiapkan petugas khu sus, Dispendik juga akan tetap memberlakukan sistem pengawasan silang murni.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

”Satu ruang dijaga dua pengawas dari sekolah lain,” tegas Kadispendik Banyuwangi, Sulihtiyono. Selain itu, panitia juga akan melengkapi peserta unas dengan tanda pengenal yang ada fotonya. Setiap mengikuti ujian, peserta wajib mengenakan kartu yang dikeluarkan panitia itu. ”Foto itu tidak bisa diganti foto orang lain. Kalau diganti orang lain, pasti ke tahuan,’’ tegasnya.

Sulihtiyono optimistis unas tidak akan ternodai oleh praktik perjokian. Beberapa tahun terakhir, unas di Banyuwangi bebas dari praktik perjokian. Selain pengawas dari kalangan guru, panitia juga minta bantuan aparat kepolisian. Hanya saja, petugas kepolisian tidak mengenakan seragam, dan cukup berpakaian preman.

Loading...

”Petugas kepolisian melakukan pengamanan secara tertutup,” timpal Sekretaris Dinas Pendidikan, Dwi Yanto. Sulihtiyono menyerukan agar semua peserta mempersiapkan diri secara matang. Dalam minggu ini, peserta diminta konsentrasi penuh untuk menghadapi unas. Pada hari pertama (16 April), ribuan peserta unas tingkat SMA, SMK, dan MA, akan mengerjakan soal mata pelajaran bahasa Indonesia.

Pada hari kedua, mata pelajaran bahasa Inggris, fisika, ekonomi, dan bahasa asing (untuk program bahasa) dan mata pelajaran tafsir (untuk program keagamaan). Sementara itu, di hari ketiga, peserta unas akan mengerjakan soal mata pelajaran matematika.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2