Awas, Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

0
396


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Memasuki bulan Februari ini masyarakat diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di Banyuwangi. Hujan disertai angin   dan gelombang tinggi di laut selatan masih berpotensi terjadi hingga seminggu ke depan.

Untuk hari ini, hujan masih berpotensi terjadi di seluruh wilayah Banyuwangi. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, I Gede Agus Purbawa mengatakan, memasuki bulan Februari, wilayah Banyuwangi diprediksi masih berlangsung masa puncak  musim hujan. Hujan masih terjadi bervariasi mulai pagi hari dengan intensitas ringan hingga lebat.

”Seluruh kecamatan Banyuwangi untuk besok (hari ini) masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas yang berbeda-beda,” kata Gede. Dia menambahkan, untuk prediksi sepekan ke depan angin permukaan dominan dari barat daya-barat laut dengan kecepatan  06-38 km/jam.

Untuk suhu udara berkisar 23-31° celsius dengan kelembapan udara 65-96 persen. Sementara untuk tinggi gelombang laut di Selat Bali berkisar 0,3-1,0 meter dan perairan selatan Banyuwangi  mencapai 1,5-3,0 meter.  Nah, selama masa puncak musim hujan, masyarakat tetap perlu mewaspadai terjadinya cuaca ekstrem yang disebabkan awan  Cumulonimbus (CB) seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang berpotensi terjadi di darat maupun di laut.

”Waspadai jika terdapat awan Cb, karena awan itu akan dapat meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang secara tiba- tiba,” tambah Gede. Tidak hanya itu, karena intensitas hujan yang  masih sangat tinggi pada sepekan ke depan di bulan Februari ini, masyarakat di wilayahrawan banjir dan longsor tetap perlu waspada ketika terjadi peningkatan intensitas curah hujan.

”Longsor dan banjir bisa terjadi waktu-waktu  saat intensitas hujan tinggi. Masyarakat juga tetap terus waspada,” pungkasnya. Sementara itu, akibat cuaca ekstrem angin kencang beberapa hari terakhir ini, beberapa pohon dilaporkan tumbang terhempas angin.

Satu pohon di Jalan HOS Cokroaminoto, Giri, tepatnya di depan SMAN 1 Giri dilaporkan  pihak Pusdalops BPBD Banyuwangi tumbang  pukul 21.30, Rabu (1/2) kemarin. Keesokan harinya, karena angin kencang,  pohon di pinggir Jalan Raya Jember, Desa Kalibaru  Wetan, Kalibaru juga dilaporkan tumbang sekitar  pukul 13.00, Kamis (2/2) kemarin.

Beruntung, akibat pohon tumbang yang diketahui berukuran cukup besar ini tidak  sampai menelan korban jiwa. Sebab, saat kejadian jalan raya sedang dalam kondisi sepi. ”Pohon tumbang Alhamdulillah tidak memakan korban jiwa. Sudah kami potong  dengan gergaji mesin dan kami alihkan ke pinggir jalan pohon yang tumbang di dua tempat itu,” kata Kalaksa BPBD Banyuwangi, Fajar Suasan, melalui Kabid Kedaruratan Eka Muharam Suryadi. (radar)

Loading...

Baca Juga :