Bandara Blimbingsari Dikelola Angkasa Pura II

0
1338

BANYUWANGI – Pengelolaan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi segera bergeser. Setelah sebelumnya ditangani Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pengelolaan bandara kebanggaan warga Bumi Blambangan tersebut bakal diserahkan kepada PT. Angkasa Pura II (persero).

Alih kelola Bandara Blimbingsari diharapkan mempercepat pengembangan bandara yang digadang-gadang menjadi lnternational airport tersebut. Sebab, selain diperlukan untuk menopang pertumbuhan sektor Pariwisata di kabupaten berjuluk The Sunrise Of Java ini, Bandara Blimbingsari dinilai sangat strategis untuk mengurai kepadatan dl Bandara Juanda, Surabaya dan Bandara Ngurah Rai, Bali.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, membenarkan pihaknya bakal menyerahkan pengelolaan Bandara Blimbingsari kepada pihak PT Angkasa Pura II. “Ya, kita akan serahkan pengelolaan Bandara Blimbingsari ke Angkasa Pura ll. Sekitar 2-3 bulan ini kami akan serahkan,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi Sabtu malam (17/6).

Loading...

Saat ini, bandara tersebut berada di bawah pengelolaan Kemenhub melalui Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU). Dengan dikelola AP II, pengembangan bandara yang mempunyai terminal hijau pertama di Indonesia itu bisa lebih cepat dilakukan, sehingga berdampak pada perekonomian daerah.

“Evaluasi sudah kita lakukan. Kami berharap penyerahan bandara bisa dllakukan secepatnya,” kata Budi. Bupati Banyuwangi Abdullah Aznar Anas mendukung sepenuhnya rencana alih kelola Bandara Blimbingsari tersebut.

Dia mengaku berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian BUMN, dan Kementerian Pariwisata (Kamenpar) yang punya concern luar biasa menngembangkan daerah,” ujar Anas.

Anas mengatakan, dengan pengelolaan oleh Angkasa Pura II, pengembangan bandara bisa lebih cepat dilakukan. “Angkasa Pura tentu lebih detail dan cepat dalam mengembangkan bandara, karena mereka sudah sangat profesional di bidang itu,” cetusnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura II, M Awaludin membenarkan rencana penyerahan tersebut. “Tim kami sudah ke Banyuwangi. Terminalnya oke. Runway baru. Ke depan perlu memperluas apron (lapangan parkir pesawat) sehingga bisa menampung lebih banyak pesawat. Ini untuk menyambut World Bank-IMF Annual Meeting di Bali Oktober 2018. Banyak pesawat dari luar negeri dan private jet, Bali tidak cukup menampungnya. Nanti sebagian dialihkan ke Banyuwangi,” ujarnya.

Sebelumnya, saat pembukaan rute Jakarta-Banyuwangi, jumat (16/6), Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mendukung pengelolaan bandara Banyuwangi oleh AP II. “Bandara cantik ini akan diserahkan ke AP II agar lebih profesional dan lebih cepat berkembang,” cetusnya.(radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :