Banyak Turis Naik Ijen sejak Level III

0
398

BANYUWANGI  – Penurunan status Gunung Ijen dari siaga (level III) menjadi waspada (level II) tidak serta-merta membuat wisatawan bebas memasuki kawasan puncak gunung dengan ketinggian 2,386 meter dari permukaan laut (dpl) tersebut. Sebab, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung merekomendasikan warga agar tidak beraktivitas di wilayah beradius satu kilometer dari kawah gunung tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sayang, rekomendasi itu tidak sepenuhnya ditaati para guide (pemandu wisata) yang memandu wisatawan menikmati panorama kaldera (kawah gunung berapi) di gunung yang berlokasi di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso itu. Bahkan, informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, saat status Gunung Ijen masih siaga (level III) tidak sedikit wisatawan yang tetap naik ke puncak gunung tersebut.

“Tidak hanya saat status Gunung Ijen sudah turun menjadi siaga seperti saat ini. Para pemandu wisata sudah banyak memandu wisatawan naik ke puncak Gunung Ijen saat statusnya masih siaga beberapa bulan terakhir,” ujar seorang aktivis peduli bencana yang enggan namanya dikorankan kemarin (15/5). Tak pelak, fenomena itu membuat gerah wakil rakyat, terutama mereka yang duduk di Komisi IV DPRD Banyuwangi.

Bahkan, komisi yang menaungi bidang pariwisata itu siap memanggil para guide yang dianggap tak mempedulikan keselamatan para turis itu. Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Zainal Arifin Salam mengatakan, kedatangan turis memang dapat menambah pendapatan daerah. Namun, di sisi lain, keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama. Sebab, jika ada wisatawan yang “celaka” di Gunung Ijen, itu akan menjadi preseden buruk bagi dunia pariwisata Bumi Blambangan.

“Ujung-ujungnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi akan turun,” ujarnya. Zainal Arifin mengimbau agar semua pihak menaati rekomendasi PVMBG, yaitu tidak memasuki areal yang beradius satu kilometer dari kawah aktif. Dia mengancam akan memanggil guide yang nekat mengajak wisatawan naik ke puncak gunung tersebut. “Kalau ada guide yang bandel, ya akan kita panggil,” tegasnya. Diberitakan kemarin, PVMBG Bandung akhirnya menurunkan status Gunung Ijen. Penurunan status dari siaga (level III) menjadi waspada (level II) itu dilakukan menyusul turunnya temperatur kawah gunung tersebut.

Alasan lain, sebulan terakhir intensitas kegempaan vulkanik, baik gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal, maupun tremor vulkanik, di gunung yang berlokasi di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso itu relatif menurun. Meski sudah mengalami penurunan status, PVMBG tetap merekomendasikan agar warga tidak memasuki wilayah di radius satu kilometer dari kawah aktif. (radar)