Banyak Turis Naik Ijen sejak Level III

0
313

BANYUWANGI  – Penurunan status Gunung Ijen dari siaga (level III) menjadi waspada (level II) tidak serta-merta membuat wisatawan bebas memasuki kawasan puncak gunung dengan ketinggian 2,386 meter dari permukaan laut (dpl) tersebut. Sebab, Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) Bandung merekomendasikan warga agar tidak beraktivitas di wilayah beradius satu kilometer dari kawah gunung tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sayang, rekomendasi itu tidak sepenuhnya ditaati para guide (pemandu wisata) yang memandu wisatawan menikmati panorama kaldera (kawah gunung berapi) di gunung yang berlokasi di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso itu. Bahkan, informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, saat status Gunung Ijen masih siaga (level III) tidak sedikit wisatawan yang tetap naik ke puncak gunung tersebut.

“Tidak hanya saat status Gunung Ijen sudah turun menjadi siaga seperti saat ini. Para pemandu wisata sudah banyak memandu wisatawan naik ke puncak Gunung Ijen saat statusnya masih siaga beberapa bulan terakhir,” ujar seorang aktivis peduli bencana yang enggan namanya dikorankan kemarin (15/5). Tak pelak, fenomena itu membuat gerah wakil rakyat, terutama mereka yang duduk di Komisi IV DPRD Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Pasutri Asal Cilacap Klaim Miliki Lahan 800 Ribu Hektare di Banyuwangi