Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Banyuwangi Dilirik Industri Film TV

BANYUWANGI – Banyuwangi akan menjadi industri fi lm masa depan Indonesia. Sebab, kini Bumi Blambangan mulai dilirik pelaku seni pertelevisian na sional. Pernyataan tersebut terlontar dari mulut sutradara Dwi Ilalang sesaat setelah tiba di Banyuwangi sore kemarin (22/6).

banyuwangiDwi Ilalang datang ke Banyuwangi bersama dua rekannya, menyusul beberapa kru yang sudah berangkat dulu dari Jakarta. “Enak sekarang sudah ada pesawat, bikin fi lm di sini (Banyuwangi) mudah,” kata Dwi Ila lang. Kedatangannya ke Banyuwangi kali ini adalah un tuk menindaklanjuti rencana memproduksi dua Film Television (FTV) di Banyuwangi.

Film yang di produksi SCTV, Production House (PH) Moestions, dan menggandeng Komu nitas Watubuncul, itu akan mulai digeber beberapa hari mendatang. “Setelah ko ordinasi matang dengan pihak pem kab dan Ko munitas Watubuncul, kini fi lm itu akan mulai dibuat,” kata Samsudin Adlawi, ketua Komunitas Wa tubuncul yang menjemput Dwi Ilalang di Bandara Blimbingsari, kemarin.

Terkait syuting dua FTV yang telah dibicarakan dengan bupati tersebut, Dwi ber tekad menampilkan yang ter baik. “Saya tidak ingin mengecewakan masyarakat Banyu wangi. Saya akan all out,” ka tanya kemarin. Sutradara yang pernah beker ja sama dengan Jackie Chan itu optimistis Banyuwangi bisa men jadi kota industri film. “Ba nyuwangi sangat potensial. Sebelum orang lain yang memulai, saya yang awali lebih dulu,” tambahnya.

Jika Banyuwangi benar-benar menjadi kota industri film, orang Banyuwangi tidak perlu ke Jakarta jika ingin menjadi aktris dan aktor. Di Banyuwangi saja sudah bisa. Selain itu, para seniman lokal juga akan kecipratan rezeki. Film yang akan diproduksi kali ini dua judul, yakni Lari dari Kawin Lari dan Banyuwangi Sunrise of Love. Kedua fi lm ter sebut akan dibintangi artis ibu kota, yakni Agus Ringgo dan Sabai Morscheck.

Pemain lainnya akan dijaring di Ba nyu wangi. Banyak pemain yang dibutuhkan. Apalagi, yang akan diproduksi perdana ini dua fi lm langsung. “Masyarakat Banyuwangi bisa ikut casting. Casting dilakukan di halaman belakang Dinas Pariwisata Ba nyuwangi, dibuka sejak pagi hingga besok malam,” kata sutradara yang pernah mengorbitkan Syahrini itu. Sementara itu, dalam tiga hari casting yang sudah di la kukan pihak PH Moestions, di dapatkan beberapa pemain po tensial.

Namun demikian, ma sih ada beberapa karakter pe main yang belum didapat, yak ni anak kecil yang nakal (laki-laki), tokoh bapak dan ibu kira-kira usia 40 tahun. Selain itu, juga gadis cantik sekitar usia 21 tahun. Kepada MH. Qowim, editor bahasa Jawa Pos Radar Ba nyuwangi, Dwi Ilalang mengaku ingin mengangkat beberapa po tensi lokal. “FTV memang film ringan, tapi saya harap de ngan syuting di sini, FTV yang dihasilkan akan berbeda.

Tidak hanya enak ditonton, tapi juga berisi,” tambah sutradara bertangan dingin yang pernah membesut film The Maling Kuburans itu. Dwi Ilalang sangat ingin dua FTV Banyuwangi tersebut menjadi sarana soft promotions. “Kita bisa menyelipkan berbagai kearifan lokal di dalam fi lm tersebut. Dan semoga ini menjadi awal yang baik,” tambahnya.

Pengakuan Dwi, bukan hanya pihak Pemkab Banyuwangi yang sangat antusias terkait produksi fi lm FTV di Banyuwangi, pihak SCTV pun sangat antusias. Dia yakin FTV di Banyuwangi akan berbeda dengan FTV-FTV yang diproduksi di daerah lain. Film yang juga didukung Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut akan mulai produksi tanggal 25 Juni 2013, dan diperkirakan se lesai 5 Juli 2013. “Mohon d ukungan semua masyarakat Banyuwangi,” pungkas Dwi Ilalang. (radar)