Banyuwangi Jadi Pilot Project Desa Emas Nasional

0
248

 

wakil-bupati-yusuf-widyatmoko-dan-sekkab-slamet-kariyono-menerima-kunjungan-tim-komite-ekonomi-dan-industri-nasional-di-lounge-pelayanan-publik-kantor-pemkab-banyuwangi-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bebaskan Desa dari Kemiskinan

BANYUWANGI – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menunjuk Banyuwangi sebagai pilot project Desa Emas Nasional. Banyuwangi dianggap  layak menjadi percontohan lantaran pemimpin dan masyarakatnya memiliki komitmen kuat  berubah ke arah yang lebih baik.

Ketua Kelompok Kerja Industri Pedesaan KEIN, Aries Muftie, mengatakan Desa Emas merupakan program membangun desa yang merdeka darikemiskinan, pengangguran,  dan rasa tidak aman. Dalam  pelaksanaannya, program Desa Emas akan melibatkan tiga komponen, yakni pemerintah, masyarakat desa, dan pemuda sebagai agen perubahan.

Menurut Aries, Banyuwangi layak menjadi percontohan  program karena pemimpin dan masyarakatnya telah memiliki komitmen kuat untuk  melakukan perubahan ke arah  yang lebih baik. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat  Banyuwangi yang signifikan.

“Semangat dan kemauan untuk berubah ini yang sangat penting. Sehebat apa pun pemerintahnya, kalau masyarakatnya tidak mau bergerak hasilnya tidak akan seperti ini. Inilah yang mendorong kami memilih Banyuwangi sebagai percontohan,” ujarnya saat bertemu Wakil Bupati (Wabup) Yusuf   Widyatmoko di lounge pelayanan publik kantor Pemkab  Banyuwangi kemarin (7/9).

Sebagai langkah awal, pemkab akan menunjuk beberapa desa  sebagai pilot project. Dari se-  tiap desa tersebut, akan dipilih dua pemuda yang akan dilatih  entrepreneurship sesuai dengan  potensi desa masing-masing.  Pelatihan akan dilakukan selama tiga pekan.

“Kriterianya seder-hana, mereka adalah warga aslidesa itu, berusia 20 tahun sam-pai 30 tahun dengan pendidikan minimal SMK, mau belajar, dan mau tidak dibayar,” papar Aries.Para pemuda itu akan diberikan beragam pelatihan untuk meningkatkan kompetensi.

Materi pelatihan meliputi  bagaimana berperilaku yang baik, melakukan pembukuan  keuangan, melihat peluang usaha dan lain-lain. “Kami ceta mereka menjadi pimpinan bagi  usaha-usaha masyarakat di desanya. Sebagai kontribusinya, mereka wajib menularkan ilmu  dan mendampingi usaha warga desa yang lain minimal selama  lima tahun,” imbuhnya.

Usai pelatihan, diharapkan  para pendamping mampu menyebarkan karakter positif kepada warga desa, terutama yang  mampu mendorong ekonomi   kreatif warganya. Warga juga wajib diajarkan menciptakan pasar  bagi produk-produk desanya.

Wabup Yusuf Widyatmoko menyambut baik program  tersebut dan segera menunjuk desa yang akan dipilih menjadi  percontohan. Menurut Yusuf,  kemungkinan salah satu desa  yang akan dipilih adalah Desa  Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

“Desa itu memiliki potensi perikanan yang cukup bagus. Dengan program ini, kami berharap potensi tersebut bisa tergarap maksimal dan hasilnya bisa dirasakan merata oleh masyarakat di sana. Pemudanya juga akan kami siapkan sebagai pendamping,” katanya. (radar)

Loading...

Baca Juga :