Bisnis Rumah Kos Mulai Layu Akibat Sistem Zonasi PPDB

0
516
Foto: Times Indonesia

BANYUWANGI – Dampak penerapan sistem zonasi dalam pendaftaran siswa baru dirasakan betul pemilik rumah kos di Banyuwangi. Sejumlah pemilik usaha kos, khususnya pada rumah kos yang mangsa pasarnya merupakan anak sekolah menengah atas pun menjadi layu alias sepi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seperti yang terjadi di wilayah Lingkungan Sukorojo, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Rosyid (39), pemilik rumah kos ini mengaku usahanya mendadak sepi pada tahun ini. Hal ini diakibatkan lantaran penerapan sistem zonasi.

“Biasanya kalau sudah masuk masa pendaftaran SMA atau SMK sudah banyak yang pesan kamar kos, sekarang sama sekali tidak ada,” kata Rosyid, pemilik rumah kos di Jalan Teratai Gang II, Lingkungan Sukorojo, Banjarsari, seperti dilansir dari Times Banyuwangi, Senin (24/6/2019).

Usaha rumah kos miliknya ini memang menyasar siswa SMA/SMK yang bersekolah di SMAN I Glagah, SMAN 1 Giri, SMKN 1 Banyuwangi dan SMKN 1 Glagah.

Sebelum penerapan sistem zonasi, lanjut Rosyid, banyak siswa sekolah tersebut berasal dari Kecamatan lain. Mayoritas berasal dari Banyuwangi Selatan seperti Srono, Cluring, Bangorejo, Purwoharjo, Gambiran dan sekitarnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Polisi Cek Lokasi untuk Pos Pengamanan Nataru 2020