Bupati Anas Usul Penambahan Trase Tol Trans Jawa di Banyuwangi

0
258

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas mengusulkan ada dua trase Tol Tans Jawa yang masuk ke Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Detikcom, Bupati Anas kepada pemerintah pusat meminta trase jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) tidak hanya berhenti di kawasan Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro saja, namun diperpanjang hingga ke wilayah Kecamatan Singojuruh.

“Ini untuk memecah kemacetan kendaraan bermotor yang melintas dari arah Pelabuhan Ketapang menuju ke Banyuwangi kota,” ungkap Bupati Anas.

“Sehingga dengan adanya pintu tol kedua, nantinya kemacetan bisa terurai khususnya mempermudah akses bagi kendaraan bermotor yang akan menuju ke Bandara Banyuwangi,” imbuhnya.

Ditambah, saat ini kemacetan di kawasan pusat Kecamatan Rogojampi terus terjadi di setiap harinya. Hal itu menyusul banyaknya kendaraan yang akan menuju ke berbagai tempat wisata di wilayah Banyuwangi selatan.

“Jika pintu tol hanya terpusat di satu titik di area jalan lingkar Ketapang, maka bisa dibayangkan ke depan kemacetan kendaraan bermotor bisa terjadi mulai dari perempatan Sukowidi hingga ke area Pelabuhan Ketapang,” jelasnya.

Seiring dengan adanya pembangunan jalan tol Probowangi, Pemkab Banyuwangi juga mengusulkan pelebaran jalan dari Banyuwangi kota hingga ke wisata Grand Watu Dodol (GWD) dan juga ke Kalibaru.

Usulan tersebut dilayangkan secara tertulis oleh Bupati Anas ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

“Hanya dalam rentang waktu tidak sampai satu bulan, usulan itu sudah di setujui sehingga segera akan di kerjakan di lapangan,” tutur Bupati Anas.

Dengan adanya surat persetujuan tersebut, lanjut Bupati Anas, maka pelebaran jalan mulai dari Sukowidi hingga ke wisata GWD serta dari Banyuwangi kota ke Kalibaru, akan segera di laksanakan dalam waktu dekat ini.

“Pelebaran jalan ini sengaja dilakukan seiring dengan trafik kendaraan bermotor yang semakin tinggi dari Kalibaru menuju ke Banyuwangi, maupun dari arah Wongsorejo ke Banyuwangi kota,” kata Bupati Anas.

“Sehingga dengan adanya pelebaran jalan ini diharapkan bisa mengurai kemacetan di sejumlah titik ruas jalan, utamanya disaat musim liburan atau akhir pekan,” imbuhnya.

Pasalnya, dari pantauan dilapangan hampir setiap hari banyak wisatawan luar daerah maupun mancanegara yang berkunjung ke Banyuwangi.

Khususnya saat liburan panjang, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan arus kendaraan bermotor di berbagai ruas jalan.

“Untuk pelebaran jalan dari Sukowidi ke GWD nantinya berupa doubleway,” ungkap Bupati Anas.

Selain pelebaran jalan, lanjutnya, pihaknya juga mengusulkan ke pemerintah propinsi agar Jalan Lingkar Selatan (JLS) segera tersambung dari Jember ke Banyuwangi.

“Sehingga nantinya, disaat di kawasan Gunung Gumitir terjadi kemacetan akibat adanya satu incident, maka sebagai alternatifnya kendaraan bermotor bisa melewati JLS tersebut,” jelas Bupati Anas.

“JLS yang belum tersambung antara jarak 16 hingga 23 KM untuk sampai ke Banyuwangi,” imbuhnya.

Tol Probowangi ini merupakan titik akhir dari jaringan tol Trans-Jawa dan menjadi tol terpanjang di Indonesia dengan panjang 171,90 kilometer, lebih panjang 56,15 kilometer dari jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) yang membentang 116,75 kilometer.

Dari sisi investasi, tol yang di kelola PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) ini juga mencatat rekor baru yakni senilai Rp 23,391 trilyun. Sehingga dengan penambahan panjang tol ini, otomatis juga nilai investasinya bertambah.

“Saya berharap, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa menyetujuinya guna mengurai kemacetan di wilayah Banyuwangi kota,” ujarnya.

“Karena ini menyangkut soal tata ruang agar arus kendaraan bermotor tidak terjadi kepadatan,” pungkas Bupati Anas. (KabarBanyuwangi)

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]