Warga Watukebo Menunggu Pembayaran Lahan Tol

  • Bagikan
Grafis : radarbanyuwangi.jawapos.com

Wilayah paling luas yang masuk dalam tol Probowangi di Bumi Blambangan berada di Kecamatan Wongsorejo. Dari informasi yang diperoleh wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, ada tujuh desa di wilayah Kecamatan Wongsorejo yang nanti akan dilewati pembangunan jalur bebas hambatan tersebut.

Camat Wongsorejo, Sulistyowati mengatakan, tujuh desa yang masuk jalur tol Probowangi di antaranya Desa Watu Kebo, Desa Bajulmati, Desa Wongsorejo, Desa Bangsring, Desa Sidowangi, Desa Bangkak, dan Desa Alasbuluh.

Saat ini proses pengukuran di seluruh desa tersebut menurutnya sudah selesai dilakukan oleh tim penggarap Tol Probowangi. Bahkan, khusus untuk Desa Watukebo sudah melalui proses appraisal (taksiran harga). Warga pun sudah sepakat dengan pengukuran tersebut.

Warga tinggal menunggu pembayaran atas tanah yang sudah sudah di-appraisal. Camat Sulis menambahkan, dari informasi yang diperolehnya, harga appraisal tanah warga yang dilalui jalur tol dihargai dengan nominal yang cukup bagus.

Bahkan harganya dihitung lebih tinggi dari harga rata-rata. “Untuk nominal jelasnya, yang tahu nanti warga yang bersangkutan. Yang jelas, harganya di atas harga umum.

Tidak bisa disamakan satu dan lain,” jelasnya. Yang membuat harga tanah warga satu dan lain berbeda, kata Sulis, adalah pepohonan atau tegakan yang ada di atas tanah.

Tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Dinas Pertanian yang mengukur tanah juga menghitung keberadaan tanaman di atas tanah warga.

“Warga tinggal menunggu saja pembayarannya. Kemarin, katanya masih menunggu setelah pembayaran di Probolinggo dan Situbondo selesai. Sepertinya di sana belum selesai,” imbuhnya.

Sulis mencatat, ada sekitar 700 warga yang tanahnya terdampak untuk proyek pembuatan tol. Secara umum, semua warga tersebut sudah siap.

Karena warga juga sepakat dengan semua proses pengukuran yang dilakukan. “Yang terluas di Banyuwangi ini di Kecamatan Wongsorejo, dan semuanya sudah siap,” jelasnya.

Sementara itu, selain wilayah Kecamatan Wongsorejo, Kecamatan Kalipuro juga menjadi kawasan yang dilewati jalur tol Probowangi.

Dari data yang ada, untuk wilayah Desa Ketapang ada dua sisi kawasan yang dilalui Tol. Yang pertama memiliki panjang 0,841 Kilometer dan yang kedua 7,783 kilometer.

Wilayah Kelurahan Bulusan juga menjadi kawasan yang dilewati, karena menjadi bagian dari exit tol dengan panjang sekitar 1,572 Kilometer.

“Ada dua wilayah, Desa Ketapang dan Kelurahan Bulusan. Kebetulan exit tol juga di Kecamatan Kalipuro,”kata Camat Kalipuro, Henry Suhartono.

Henry mengatakan, terkait pembebasan lahan jalan tol, pihaknya masih menunggu proses di Kecamatan Wongsorejo.

Jika sudah selesai di Kecamatan Wongsorejo, baru nanti merambat prosesnya ke Kecamatan Kalipuro. Camat Henry mengakui, sempat ada kemunduran jadwal terkait pembebasan lahan.

Tahun lalu sempat diagendakan bulan Maret 2020, lalu molor hingga Agustus 2020, dan kembali dijanjikan akan kembali dilakukan pada tahun 2021 ini.

“Informasinya selesai tahun ini. Tapi kita sampaikan ke Kementerian PUPR minimal dicencengi dulu. Kita khawatir nanti warga berubah pikiran dan sebagainya,” kata Henry.

Dia mengatakan, meski dijanjikan tahun ini, tapi pihaknya juga belum mengetahui pasti kapan pembebasan lahan dan pembayaran dilakukan. “Rencananya langsung ada ikatan setelah appraisal.

Minimal dua hari sudah ada pembayaran awal. Nanti selanjutnya tinggal mengacu pada perjanjian pertama,” pungkasnya. (fre/bay) (bw/fre/als/JPR)

Sumber : https://radarbanyuwangi.jawapos.com/read/2021/06/01/264859/warga-watukebo-menunggu-pembayaran-lahan-tol

  • Bagikan
%d bloggers like this: