Cegah Penularan HIV/ AIDS, Pasangan Pranikah Disarankan Tes VCT

0
1171

sekretaris-kpa-kabupaten-banyuwangi-waluyo-kiri-menyampaikan-paparan-di-hadapan-kepala-desa-di-kantor-camat-rogojampi-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ROGOJAMPI – Pemkab Banyuwangi akan menerapkan aturan bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Sebelum menikah, para pasangan diharuskan menjalani voluntary counseling and testing (VCT). Aturan ini diterapkan untuk meminimalkan penularan penyakit HIV/ AIDS di Kabupaten Banyuwangi.

“Akan di mulai di beberapa KUA (kantor urusan agama), tapi nanti semuanya,” cetus Sekretaris Komisi Penanggulangan  AIDS (KPA) Kabupaten Banyuwangi, Waluyo saat sosialisasi dan pembentukan KPA tingkat kecamatan di Kantor  Kecamatan Rogojampi kemarin (25/10).

Kewajiban mengikuti tes VCT bagi pasangan yang ingin menikah, terang dia, merupakan langkah nyata dalam melakukan deteksi dini penularan  HIV/AIDS. “Sebagian sudah kita terapkan kepada setiap pasangan yang akan menikah, lebih baik di tes dan tahu hasilnya, daripada belakangan ternyata positif mengidap, kasihan dengan pasangan dan keturunannya,” ujar Waluyo di hadapan para kepala desa.

Loading...

Dengan melakukan tes VCT di 31 layanan yang telah tersedia di Puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Banyuwangi, jelas dia, pasangan yang akan menikah bisa lebih tenang karena terbebas dari penyakit mematikan itu. “Tes VCT sebelum menikah juga bagian dari menekan penyebaran virus HIV/AIDS,” katanya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last