Satu ABK Positif HIV

0
289

seorang-abk-mengikuti-tes-hiv-aids-di-pelabuhan-lcm-ketapang-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Pemeriksaan Voluntary Conseling and Testing (VCT) untuk mendeteksi jumlah penderita HIV/AIDS terus dilakukan  oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi. Laporan terakhir bahkan menyebutkan jika ditemukan salah seorang warga  yang positif terjangkit virus HIV dalam pemeriksaan di pelabuhan LCM Ketapang.

Kasi Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Banyuwangi, Sudarto Setyo mengatakan, bahwa berdasarkan laporan lisan dari petugas KPA Banyuwangi ditemukan satu anak buah kapal (ABK) yang positif HIV. Datanya terungkap setelah KPA  melakukan tes VCT di Pelabuhan  LCM pada Kamis (22/9) lalu.

Loading...

Temuan tersebut langsung disikapi dengan pemberian rekomendasi pengobatan kepada ABK tersebut. “Begitu ditemukan ABK tersebut  langsung dikonseling. Sementara laporannya dari 43 yang ikut tes,  baru satu itu yang positif yang  lainnya masih negatif,’’ terang  Sudarto.

Meski hanya satu temuan, lanjut Sudarto, petugas kapal dan ABK  lain yang ikut memeriksakan diri masih tetap memiliki risiko untuk mengidap virus mematikan tersebut. Semua tergantung dengan   bagaimana mereka menjaga perilaku. Jika tetap melakukan tindakan berisiko, kemungkinan  besar dapat tertular virus HIV.

“HIV ini tidak seperti TBC. Kalau diperiksa negatifnya sudah negatif. Kalau HIV tergantung bagaimana perilakunya. Karena itu mereka harus rutin tes VCT minimal tiga bulan sekali,” jelasnya. Pihaknya berharap bisa terus  bekerja sama dengan perusahaan  yang berada di Pelabuhan. Sebab, merekalah yang bisa mengkordinir kelompok-kelompok berisiko   yang ada di pelabuhan.

“Gerakan untuk mencegah penyebaran HIV dan pengungkapan kasusnya ini melalui teknik penjangkauan  dan pendampingan. Selain dari  KPA kita juga butuh peer educater   yang tinggal dekat dengan  kelompok berisiko. Jika di  pelabuhan, selain dari kalangan mereka juga dari pengelola   perusahaannya,” tandas Sudarto. (radar)

Loading...

Baca Juga :