Cuaca Ekstrem, Nelayan Enggan Melaut

  • Bagikan
Foto: Mediaindonesia

BANYUWANGI – Sejumlah nelayan di Banyuwangi enggan melaut selama sepekan kedepan karena khawatir dengan adanya angin kencang dan cuaca ekstrem yang diingatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setempat.

Imbas dari peringatan cuaca ekstrem tersebut membuat dua tempat di Banyuwangi, seperti pantai Grajagan dan Pancer tidak ada yang pergi melaut.

“Di wilayah itu (Grajagan dan Pancer) tidak ada nelayan yang kerja mencari ikan,” kata Ketua TPI Kecamatan Muncar, Abidin seperti dilansir dari Mediaindonesiacom, Selasa (7/1/2020).

Abidin mengatakan, kendati demikian ada beberapa nelayan di Banyuwangi yang masih nekat mencari ikan di laut. Namun para nelayan tersebut tidak berani pergi ke tengah terutama di perairan Banyuwangi Selatan.

“Kalau di Selat Bali masih ada beberapa nelayan yang mencari ikan, kalau menuju ke tengah mereka masih belum berani,” tuturnya.

Salah satu nelayan asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Krisna (30) mengungkapkan, meskipun ada informasi dari BMKG Jawa Timur, terkait cuaca ekstrem, namun nelayan ditempatnya masih nekat pergi melaut mencari ikan.

Menurut Krisna, mereka yang pergi melaut hanya sebagian nelayan, seperti perahu yang berukuran kecil, yang biasanya mencari, lobster maupun kepiting. Sedangkan untuk perahu besar jumlahnya hanya sedikit yang pergi melaut 10 sampai 15 perahu saja.

“Kalau untuk perahu kecil seperti nelayan mencari kepiting dan lobster, banyak yang pergi melaut, tapi ya di pinggir-pinggir saja. Untuk nelayan perahu besar tidak banyak,” katanya.

Sementara untuk harga Ikan, kata Krisna, terbilang masih cukup stabil. Karena pada beberapa waktu yang lalu, banyak nelayan setempat yang banyak mendapatkan ikan, hal tersebut membuat kebutuhan masih mencukupi, baik untuk masyarakat maupun perusahaan pengalengan ikan.

Baca :
Bayi Laki-laki Baru Lahir Ditemukan di Gubuk Pinggir Sawah Banyuwangi

“Untuk harga ikan seperti lemuru sekarang masih normal Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram tapi kalau malam tahun baru kemaren naik sampai Rp 35 ribu,” ujarnya.

Diketahui, berdasarkan keterangan BMKG Jatim wilayah perairan selatan Banyuwangi akan terjadi cuaca ekstrem pada periode 4 -10 Januari 2020. Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrim tersebut.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: