Beranda Sosial Delapan Tahun Menunggu tak Kunjung Jadi PNS

Delapan Tahun Menunggu tak Kunjung Jadi PNS

0
528

delapanRebby Cahyadi menjadi salah satu pahlawan Jawa Timur di pentas Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI di Sumatera Selatan tahun 2004 lalu. Dia berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Jawa Timur saat itu. NAMA Rebby Cahyadi memang tak asing lagi sebagai pemain sepak bola di Banyuwangi. Sebagian besar penggemar bola di Bumi Blambangan sudah pernah melihat aksinya di lapangan hijau.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mulai dari pelatih, pemain, hingga suporter memberikan acungan jempol atas bakat yang dimiliki pemain yang satu ini. Tidak salah, bila tahun 2004 silam, dia terpilih dalam skuad Jawa Timur proyeksi PON XVI Sumatera Selatan. Kontribusi pemain yang berposisi sebagai striker ini cukup besar. Lewat kemampuan yang dimilikinya, dia mempersembahkan medali emas dari cabang sepak bola. Kenangan delapan tahun silam itu, kini masih membekas dalam memori Rebby.

Meski hasil itu tidak mampu membantu Jawa Timur mempertahankan juara umum di ajang empat tahunan tersebut, medali emas dari cabang sepak bola membuat skuad Jawa Timur sudah merasakan atmosfer juara sejati. Cabang sepak bola memang menjadi olahraga keramat di PON, sudah berhasil dimenangi. Meski juara itu harus sedikit berbagi dengan Papua yang juga dinyatakan sebagai juara bersama dengan Jawa Timur kala itu. Tapi hasil itu cukup membanggakan bagi Rebby, karena kontribusinya berhasil mendulang prestasi tertinggi di ajang tersebut.

Loading...

Namun perjuangan Rebby di pentas nasional, rupanya berbanding terbalik dengan apa yang dialaminya kini. Nasibnya boleh dibilang terkatung-katung. Lihat saja bila dibandingkan dengan rekan seangkatannya dari Banyuwangi yang juga tampil di PON Sumatera Selatan. Ketika para rekan satu angkatan di PON bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS), Rebby masih harus berkeringat di atas lapangan hijau. Dia tetap saja berpindah-pindah dari satu tim ke tim lainnya.

Tidak heran, sepak bola masih menjadi satu-satunya mata pencahariannya hingga kini Dalam hati kecilnya, Rebby berharap bisa memberikan dedikasinya kepada tanah kelahirannya. Tidak hanya sebagai pemain sepak bola, tetapi juga adanya sebuah pekerjaan yang lebih layak. Itulah yang ditunggu-tunggu selama delapan tahun setelah ajang PON berlalu. Tercecernya nama Rebby dari pantauan pemerintah daerah dan KONI itu memang bukan tanpa alasan. Keterbatasan sarana komunikasi saat itu, membuat dia tertinggal menerima reward sebagai pahlawan olahraga dari pemerintah. “Surat pemberitahuan kala itu tidak saya terima, jadi informasinya terlambat,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!