Dituduh Mencuri, Lima Anak Dianiaya

0
690

dituduhSRONO – Lima anak asal Dusun Kertosono, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, menjadi korban penganiayaan seorang warga. Mereka adalah Dedi Kurniawan, 14, Muhamad Yunus, 14, Bayu Fahmi, 15, Farhan Aziz, 14, dan Rubi Arrizal, 17. Kelima korban itu dituduh hendak mencuri ayam milik warga berinisial MS, 40. Pria itulah yang diduga menganiaya lima bocah tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Diperoleh keterangan, dugaan penganiayaan itu terjadi pukul 20.30 Rabu kemarin (12/6). Awalnya, lima bocah itu cangkrukan di depan rumah MS. Tempat itu memang sering digunakan nongkrong kalangan remaja bermain karambol. Tetapi, tempat tersebut malam itu sedang sepi. Selain itu, toko milik MS juga sudah tutup Meski begitu, kelima bocah itu tetap cangkruk di depan rumah tersebut. Nah, niat kongkow-kongkow itu justru berujung penganiayaan.

Ceritanya, salah satu dari bocah itu memindah sepeda onthel ke atas sebuah tobos milik pelaku. Tanpa sepengetahuan korban, ternyata di dalam tobos itu ada ayam yang sedang angkrem. Beberapa saat kemudian, sepeda onthel milik MS itu roboh lantaran tersenggol. Terjadilah suara gaduh. Nah, suara itu terdengar MS dan akhirnya dia keluar rumah. Tanpa bertanya, MS langsung menghakimi kelima anak itu. Bahkan, anak-anak tersebut juga dipukul menggunakan pentungan.

Salah seorang korban pemukulan, Dedi Kurniawan mengatakan, dirinya tidak diberi kesempatan menjelaskan duduk permasalahan. Tiba-tiba pelaku keluar rumah dan langsung memukul mereka. ‘’Saya dipukul pakai kayu tiga kali di pelipis kanan,” ungkapnya. Dirinya dan teman-temannya dituduh mencuri ayam di dalam tobos itu. Padahal, itu sama sekali tidak benar. ‘’Saya yang pertama kali dipukul.  Saya dan teman-teman hanya kumpulkumpul seperti biasa. Ini mata kanan saya masih sakit,” terang siswa kelas VIII SMP itu.

Loading...

Korban pemukulan lain,  Muhamad Yunus, mengaku punggungnya dipukul menggunakan kayu mahoni. Meski mendapatkan perlakuan kasar, tapi mereka tidak melawan orang tua tersebut. ‘’Ini bekas pukulan di punggung saya masih merah,” katanya. Lain hal dengan yang dialamiBayu Fahmi. Siswa yang baru lulus SMP itu dipukul di bagian rusuk kanan. ‘’Kalau saya dipukul menggunakan bambu,’’ katanya. Farhan Aziz, korban lain, menceritakan dirinya dipukul di kepala bagian belakang.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2