Diyakini Tempat Keramat, Doa Agar Hajatan Lancar

0
1892


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

SEJUMLAH warga dengan berpakaian serba hitam, siang itu terlihat berjalan sambil menenteng ancak (pelepah daun pisang tempat nasi). Di antara warga,juga ada yang membawa pincukan daun pisang berisi kue basah, seperti kucur,  nagasari (sumping), bikang, lemper,  dan aneka kue lainnya.

Tidak lupa dari warga itu juga membawa ceret berisi air putih dan kopi pahit.  Persiapan untuk ritual seperti paspan dan kemenyan juga disiapkan. Mereka berjalan menuju situs Balai Kambang yang dipercaya tempat makam leluhur masyarakat desa setempat.

Begitu sampai di lokasi cagar budaya itu, warga meletakkan makanan dan  minuman yang dibawa di atas lantai yang ada di Balai Kambang. Selanjutnya, mereka  duduk bersila. Seorang tokoh agama setempat, langsung memimpin doa sambil  membakar kemenyan pada paspan.

Usai dilakukan doa, beberapa warga membuka daun penutup ancak, dan bersama-sama menyantap nasi beserta lauk pauknya. Tidak ketinggalan, juga menikmati kue basah yang dibawa dengan  minum kopi pahit.  Tradisi yang digelar warga di situs Balai  Kambang di Dusun Krajan, Desa Gitik,  Kecamatan Rogojampi, itu sudah berlangsung turun temurun. Sampai saat  ini, kegiatan itu masih berlangsung.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last