Dupont Luncurkan Kocide Opti Fungisida

1
1750

Diujicobakan Pertama di Banyuwangi.  Mampu Tingkatkan Produksi Panen Padi


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

dopuntCLURING – PT. Dupont Indonesia tak mengenal leah dalam membangun sektor pertanian. Setelah membantu petani dalam meningkatkan produksi panen, kemarin (23/4) Dupont me-launching produk terbaru, yaitu Kocide Opti Fungisida 46 WG. Yang membanggakan produk ini diujicobakan pertama di Banyuwangi. Peluncuran Kocide Opti Fungisida 46 WG dilakukan Selasa (23/4) kemarin bersamaan panen raya di Lapangan Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Panen raya yang melibatkan kelompok tani Dewi Sri dan PT. Dupont itu dihadiri Dinas Pertanian, Camat Cluring, Kepala Desa Benculuk, serta Muspika Cluring. Bupati Abdullah Azwar Anas juga hadir. Sementara dari Dupont hadir, Regional Sales Manager PT Dupont Indonesia, Suwito, Distric Sales PT. Dupont wilayah Jatim, Bali, NTB, NTT, Iwan Putro Nugroho, Siti Nabila Ramadhani Marketing Comunication Manager PT. Dupont Agricultural Product Indonesia serta Maarif SSR PT. Dupont wilayah Jember-Banyuwangi-Lumajang.

Regional Sales Manager PT Dupont Indonesia Suwito mengatakan, panen raya merupakan hasil dari penggunaan produkproduk Dupont paket pada tanaman padi yang dilakukan pada 0.5 hektare lahan sawah dengan perlakuan atau pembanding dari kebiasaan petani. Yang membedakan adalah penggunaan pestisida hasil, dimana dengan menggunakan produk Dupont, maka hama dan penyakit padi lainnya akan dapat dikendalikan. Hasil penggunaan pestisida, kata Suwito sudah diujicobakan sebelumnya dengan melakukan pengubinan standar pemerintah yaitu 2 poin lima; 2 poin lima, hasilnya selisihnya 0,8 ton per hektare dibandingkan dengan perlakuan kebiasaan petani.

Loading...

Dupont, kata dia, merupakan salah satu perusahaan pestisida yang berkomitmen melindungi keamanan lingkungan. Di samping mengendalikan hama penyakit pada padi, Dupont juga aman dan ramah pada lingkungan. Misalnya, prevthon yang merupakan salah satu produk insek yang berlabel hijau. Artinya aman digunakan untuk lingkungan, dan dapat mengendalikan hama padi dengan sangat baik. Dalam panen raya itu, juga dilakukan testimoni yang disampaikan oleh perwakilan Kelompok Tani Dewi Sri Benculuk,Mochtarni.

Menurut dia, dengan menggunakan Kocide Opti Fungisida 46 WG, luas tanah 2,5×2,5 m2 menghasilkan 5,150 kg atau 82,4 kuintal per hektare atau 8,24 ton/hektare. Sementara jika menggunakan kebiasaan petani sebelum memakai produk ini dengan luas tanah 2,5×2,5m2 menghasilkan 4,650 kg atau 74,4 kuintal per hektar atau 7,44 ton per hektar. “Ada selisih 0,8 ton per hektar. Ini artinya penggunaan Kocide Opti Fungisida 46 WG efektif dalam peningkatan panen padi,” katanya.

Hal yang sama dikatakan oleh Distric Sales PT Dupont wilayah Jatim, Bali, NTB, NTT, Iwan Putro Nugroho. Menurut Iwan, produk Kocide Opti adalah fungisida yang mempunyai efek bakterisida untuk mengendalikan penyakit “Kresek” dan hawar daun. Serta prevthon untuk mengendalikan penggerek batang (sundep/beluk). Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas memberikan apresiasi kepada PT. Dupont yang telah berhasil menciptakan pestisida yang aman bagi petani.

Tidak hanya itu, Bupati juga berharap agar Dupont selalu melakukan pendampingan terhadap kelompok tani yang ada di Banyuwangi agar produksi hasil panen mereka lebih meningkat. “Kita sudah bertemu dengan para penyuluh, Bupati dan Menteri di Jakarta dimana kesimpulan dari pertemuan itu, kita kekurangan lahan pertanian. Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi membuat regulasi yang lebih ketat dalam penggunaan lahanlahan untuk kepentingan perumahan,” ujar Bupati Anas. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :