Ekspor Banyuwangi Capai USD 23,5 Juta

0
157

aktivitas-penangkapan-ikan-terus-meningkat-januari-hingga-oktober-ikan-hias-masih-mendominasi-kegiatan-ekspor-banyuwangi

Selama 10 Bulan Tahun 2016

BANYUWANGI- Hingga semester  dua tahun 2016, ekspor produk Banyuwangi mencapai USD 36,58 juta atau sekitar Rp 490,17 miliar  dengan kurs Rp 13.400. Nilai ekspor itu naik sekitar enam persen dari semester pertama yang mencapai  USD 23,5 juta.

Berdasar Free On Board (FOB) Instansi Penerbit Surat Kete rangan Asal (IPSKA) Banyuwangi dan  Surabaya, ekspor Banyuwangi tahun ini naik sekitar 4,7 persen dibanding tahun 2015. Sebagian besar nilai ekspor disumbang ekspor ikan hias.

Hary Cahyo Purnomo, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam), mengatakan ekspor Banyuwangi sampai bulan Oktober tahun 2016 mencapai 36,58  juta dolar Amerika. Sampai saat ini ada tiga tambahan eksporter yang mendaftarkan ekspornya melalui IPSKA Banyuwangi.

Meningkatnya jumlah eksporter, kata Hary, dipicu oleh geliat ekonomi Banyuwangi yang semakin membaik, sehingga banyak investor  yang tertarik untuk berinvestasi.  Tiga eksporter tersebut itu adalah  CV Sea Quest, PT Alfa Agro, dan  PT Golden Marine.

“Tambahan  tiga eksporter itu, kenaikan nilai ekspor dimungkinkan naik lagi  menjadi sekitar tujuh hingga  delapan persen pada tutup tahun. Juga karena masih menunggu hasil perhitungan bulan November dan Desember,” ujarnya. Komoditas yang memberikan kontribusi paling besar terhadap  kegiatan ekspor semester pertama   dan dua adalah ikan hias.

Ekspor ikan hias di semester pertama  mencapai 453 kali, kemudian disusul dengan ekspor udang sebanyak 166 kali. “ 90 persen ikan hias tersebut di ekspor ke  negara China, “ bebernya.  Negara tujuan ekspor non migas  Banyuwangi meliputi 54 negara.

Contoh negara tujuan ekspor  nonmigas Banyuwangi di antaranya  China, India, Inggris, Jepang,  Mexico, Amerika Serikat, Italia,   Selandia Baru, Korea Selatan, Malaysia, Austria, Filipina, Papua Nugini, dan Peru. (radar)

Loading...